Rabu, 11 Agustus 2010

Ramadhan Bulan Keberkahan Rezeki Manusia

Puasa suatu proses kaderisasi diri dengan kebulatan tekad dan kesungguhan hati menerapkan pola tindak yang rendah hati, kesadaran sosial, berpikir positif, menjauhi prasangka buruk dan kesetiakawanan. Kekuatan puasa mampu menciptakan keseimbangan diri untuk hidup dalam berkeadilan, kematangan jiwa, merajut silaturrahmi dan persatuan yang abadi.


Islam mengajarkan bahwa kewajiban ibadah puasa hanya berlaku setiap datangnya bulan Ramadhan. Bagi umat penganut agama Islam di seluruh dunia menegakkan ibadah puasa secara bersama-sama menjadi ibadah wajib tatkala bulan suci Ramadhan tiba. Walaupun Islam mengajarkan adanya beberapa ibadah puasa di luar bulan Ramadhan, tetapi keutamaan (fadhillah) puas Ramadhan jauh lebih tinggi dengan ribuan manfaat dan pahala yang dijanjikan Allah SWT. Ibadah puasa Ramadhan dijadikan Allah SWT sebagai bulan pengampunan (maghfirah) dengan jutaan keberkahan. Salah satu keberkahan bulan Ramadhan, sekecil apapun perbuatan amal kebajikan dijanjikan Allah SWT dengan balasan pahala yang berlipat ganda.


Dasar menjadi kewajiban umat Islam menegakkan ibadah puasa di bulan Ramadhan dituliskan dalam Al Qur'an surat Al Baqarah 183 dan185 yaitu ; Bagi orang yang beriman, diwajibkan kamu berpuasa seperti orang sebelum kamu juga telah diwajibkan agar kamu bertaqwa.


Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditentukan untuk berpuasa merupakan bulan yang diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai pentujuk manusia dan memberikan penjelasan mengenai petunjuk itu dan menjadi pembeda atas segala yang haq dan bathil. Bagi siapa saja yang menetap tinggal dalam suatu negeri di bulan itu, maka wajiblah ia berpuasa, tetapi bagi siapa saja yang sedang sakit atau dalam perjalanan (berbukalah), tetapi ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya pada waktu yang lain.


Bila kita amati secara sosial, keberkahan bulan Ramadhan juga dapat dirasakan seluruh kalangan. Bukan saja bagi umat Islam sendiri, tetapi juga dirasakan umat beragama lainnya. Bagi para pedagang dalam menyambut dan berakhirnya bulan Ramadhan selalu meraih keuntungan yang lebih di luar bulan ini. Begitu pula pihak lain seperti petani, peternak, karyawan, pekerja bangunan, dosen/guru dan pelaku wiraswasta lainnya ikut merasakan keberkahan bulan Ramadhan. Untuk karyawan yang bekerja di instansi pemerintahan dan swasta turut pula memperoleh rezeki yang berlebih yang biasanya diperoleh menjelang berakhirnya bulan Ramadhan. Biasanya mereka memperoleh rezeki tambahan tersebut dalam bentuk tunjangan hari raya (THR) dengan penyesuaian gaji/honor yang mereka peroleh masing-masing.


Rezeki yang diperoleh yang dibelanjakan untuk keperluan sandang dan pangan hendaknya rezeki yang dinyatakan sebagai bentuk hasil perbuatan yang halal. Keberkahan Ramadhan dengan rezeki yang halal lagi baik membuktikan bahwa keutaman bulan suci ini bukan saja milik umat Islam tetapi ikut memberi manfaat bagi umat lainnya. Rezeki yang halal lagi baik adalah rezeki berkah yang tatkala memperolehnya jangan memperturuti nafsu syaitan yang dapat merusak keberkahan rezeki tersebut.


Dalam memperoleh rezeki yang halal lagi baik, Allah SWT telah memerintahkan seluruh umat manusia di jagat raya ini (tanpa pengecualian) dengan cara yang halal lagi baik. Perintah Allah SWT termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 168-169 yaitu ;


Hai sekalian manusia di jagad raya, makanlah yang halal lagi baik atas apa saja yang kamu peroleh di muka bumi, janganlah kamu ikut cara-cara syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji.


Ukuran keberkahan rezeki dapat dilihat dari sisi penggunaan atau manfaatnya. Rezeki yang dibelanjakan dengan manfaat yang positif menjadi tolak ukur bahwa rezeki yang diperoleh berkah. Rezeki yang dibelanjakan tanpa memberikan manfaat yang berarti serta berdampak mudharat bagi diri sendiri juga dapat dijadikan tolak ukur bahwa rezeki yang diperoleh tidak berkah.


Kata lain dari sebuah ukuran keberkahan rezeki yaitu penggunaan belanja sesuai dengan peruntukkan yang baik, tepat dan benar. Dalam bahasa Al Qur'an keberkahan rezeki bila digunakan dengan membelanjakannya di jalan Allah agar rezeki yang diperoleh dari-Nya dapat mensucikan diri.


Firman Allah dalam Surah Al Baqarah 254 menjelaskan tentang keberkahan rezeki dengan menggunakan pada jalan Allah berbunyi ; Wahai orang yang beriman, gunakanlah sebahagian rezeki mu dengan membelanjakannya di jalan Allah dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sebelum datang suatu hari yang tidak ada lagi jual beli (perniagaan) dan tidak ada lagi persahabatan serta tidak ada lagi hukum. Orang kafir adalah golongan yang zalim.


Dalam penjelasan berikutnya Al Qur'an menggambarkan bahwa rezeki yang digunakan di jalan Allah dengan manfaat yang dirasakan diri sendiri dan orang lain bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir yang berisikan ratusan biji.
Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan tiap-tiap butir berisikan seratus biji.. Allah akan terus melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia Kehendaki. Allah Maha Luas kurnia-Nya lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 261)
Masih dalam surah yang sama di ayat lain, Al Qur'an juga mendeskripsikan betapa Allah melipat gandakan atas penggunaan rezeki yang diridhai-Nya.


Dan perumpamaan orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi disirami hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, hujan gerimis pun juga memadai hasil kebun tadi. Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. (Al Baqarah 265).


Selain membelanjakan rezeki untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, keberkahan rezeki akan terasa manfaatnya dengan berinfaq, bersedekah, berzakat dan menggunakannya untuk kemaslahatan umat dan negara. Bentuk penggunaan rezeki yang menyimpang dari peruntukkan apalagi sama sekali tanpa memperdulikan nafkah di jalan Allah (infaq, sedekah dan zakat) justru membuat rezeki yang diperolehnya menjadi bencana bagi diri sendiri.


Betapa bulan suci Ramadhan ini menjadi bulan intropeksi diri atas segala bentuk perbuatan dan penggunaan rezeki yang kita peroleh selama ini. Peluang Ramadhan dengan meraih keuntungan rezeki dan penggunaanya saling merasakan dan memahami lingkungan sekitar sebagai bulan Ramadhan menjadi bulan keberkahan rezeki bagi manusia di jagad raya.

Keberkahan Ramadhan

Assalamu Alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bulan Ramdhan kembali menemui setiap Muslim beriman untuk menunaikan ibadah puasa sebulan penuh. Namun tidak semua kaum Muslimin bisa menuai keberkahan dari bulan yang penuh keberkahan ini. Bahkan tak pelak, setiap hari di dekat rumah, tetangga kita, kampung sebelah dan di daerah lain kita menyaksikan bendera putih atau kuning di depan rumah mereka. Mereka tak sempat meraih keberkahan Ramdahan kali ini karena terlebih dahulu dipanggil oleh Allah swt.

Bagaimana dengan kaum Muslimin yang mendapatkan kesempatan ini. Tentunya tak muluk-muluk bila kita mengharapkan sebanyak mungkin keberkahan Ramadhan dan ampunan dari Allah swt atas 11 bulan kehidupan yang telah kita jalani. Dengan kesempatan ini, mari kita gunakan peluang besar ini untuk menjalankan ibadah sebanyak mungkin, tidak hanya ibadah wajib melainkan juga ibadah-ibadah sunnah (yang insya Allah akan bernilai pahala wajib di luar bulan Ramadhan).

Jangan sia-siakan kesempatan emas ini karena tidak ada yang tahu pasti masih bisakah kita menjempat bulan Ramdhan tahun berikutnya!

Marhaban Ya Ramadhan

Hari demi hari berganti, tidak terasa kita sudah memasuki bulan Suci Ramadhan yang penuh berkah ini. Alhamdullah kita sudah melawati satu hari di bulan suci ini, dengan penuh kesabaran, Bulan Ramadhan yaitu bulan di mana Allah mencurahkan kasih sayang sepenuhnya kepada umat-Nya yang beriman dan bulan tersebut merupakan bulan yang paling mulia dibanding dengan bulan-bulan yang lain. Marhaban Ya Ramadhan, sudah tidak sabar kami rasanya ingin berjumpa denganmu, kepada Seluruh Sahabat dan Kerabat, Kami dan Keluarga besar"Viking Mania & Sevenfoldims", mengucapkan selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1431 H. Mohon maaf Lahir dan Bathin. yang terkecil sampai yang terbesar, yang terasa ataupun tidak. Mohon Maaf Lahir dan Bati, Marhaban Ya Ramadhan.