Selasa, 03 September 2013

Eksperimen AS Buat Tentara Mutan

Menurut sebuah laporan yang dikutip Pravda.ru dari tiga peneliti di California State Polytechnic University, lembaga ini tengah terlibat proyek eksperimen terhadap tentara AS dengan menggunakan obat-obatan, prosthetics, manipulasi gen dan teknik lain. Ini bukan pertama kalinya AS bereksperimen dengan tentara mereka.

Seragam Tentara Masa Depan
Eksperimen terhadap tentara AS ini adalah dalam rangka untuk mengembangkan sebuah proyek yang nantinya membuat tentara memiliki gen baru yang akan menjadikan mereka tentara super yang tidak kenal rasa takut, dan memiliki kekuatan dan daya tahan yang lebih dari tentara biasa.

Pada tahun 1970, AS juga melakukan serangkaian percobaan terhadap tentaranya yang ditujukan untuk mengembangkan "senjata" halusinasi. Kala itu Pentagon memberikan LSD -Asam lisergat dietilamida, sebuah narkotika halusinogen- kepada tentaranya, dan tampaknya para tentara itu tidak sepenuhnya memahami konsekuensi dari penggunaan obat tersebut. Selama Perang Dingin, tentara AS juga terkena gas saraf, psychochemicals dan zat beracun lainnya secara eksperimental dan tanpa persetujuan mereka.

Tentara Sadis

Mengenai eksperimen semacam ini, yang tujuannya untuk menghasilkan tentara mutan, harus ada sebuah lembaga yang mengatur sejauh mana perubahan dalam gen dapat dibuat dan juga merespon ketika tentara menderita atau mengalami kerusakan pada kesehatan mereka.

Di luar peringatan itu, Angkatan Besenjata Amerika Serikat telah menggunakan metode obat-obatan dan perangsang untuk menjaga stamina tentara yang aktif di lapangan (seperti Afghanistan). Juga diketahui bahwa pilot-pilot AS yang sedang menjalankan misi yang lama telah diresepkan Dexedrine, obat yang diperintahkan oleh petinggi militer AS, yang menjadikan para pilot tetap memiliki kewaspadaan tinggi dan cepat tanggap selama tugasnya.

Organisasi medis AS mengatakan bahwa Dexedrine dapat menimbulkan efek samping seperti depresi, insomnia, hipertensi dan berbagai gangguan lainnya. Badan Administrasi Obat dan Makanan AS juga memperingatkan bahwa Dexedrine dapat menyebabkan perilaku agresif baru atau lebih buruk dan juga sifat permusuhan, sehingga memberikan alasan bagi tentara untuk "merasa tidak bersalah" atas kesalahan dan insiden yang dilakukannya.

"Tubuh manusia adalah anugerah Tuhan yang sudah sempurna. Manusia bisa saja bereksperimen, namun selain manfaat yang didapat, manusia terkadang tidak mengetahui dampak mengerikan di balik itu. Sekedar untuk membuat tentara super untuk memenangkan perang, bisa saja, tapi apa resiko yang ditanggung setelah itu. Tentara mutan atau penjahat mutan? keduanya bisa terlahir dari eksperimen semacam ini."

Punya Akun Facebook Sama Saja Bekerja untuk CIA Tanpa Dibayar!

Pemerintah Venezuela memperingatkan betapa berbahayanya memiliki akun Facebook. Utamanya adalah menjadi korban penyadapan oleh pemerintah Amerika Serikat yang dibongkar oleh mantan agen Edward Snowden.

Mungkin orang-orang di Indonesia tidak begitu mempedulikan tentang penyadapan internet. Namun, masyarakat di Venezuela disarankan untuk menutup account Facebook mereka agar tidak terus-terusan ‘membantu’ CIA.

Nampaknya, aksi mata-mata yang dilakukan badan intelijen Amerika Serikat ini tidak mendapatkan dukungan dari banyak pihak khususnya pemerintah Venezuela.
 
Menteri Urusan Penjara Venezuela, Iris Varela.

Dikutip dari Reuters (11/07), melalui salah satu menterinya, pemerintah Venezuela menyarankan kepada masyarakatnya untuk menutup segera account Facebook mereka.

Menteri Urusan Penjara Iris Varela mengingatkan warganya untuk buru-buru melenyapkan akun Facebook lewat kicauan di akun Twitter-nya.

"Segera tutup akun Facebook anda. Dengan menggunakan Facebook, Anda bekerja kepada CIA tanpa dibayar,” tulis Iris Varela, Prisons Minister Venezuela ini.Bahkan, Varela mengatakan bahwa siapa saja berhak menuntut pemerintah Amerika Serikat dan badan intelijennya serta meminta kompensasi atas penyadapan tersebut.

Venezuela sendiri memperhatikan dengan serius perkembangan kasus terbongkarnya aksi penyadapan agen rahasia AS terhadap aktivitas di dunia maya.


Bahkan, negara yang menjadi musuh Amerika itu menawarkan suaka kepada Snowden yang sampai saat ini masih menjadi buronan pemerintah Paman Sam.

Venezuela bersumpah untuk melakukan pembalasan atas aksi penyadapan dan mata-mata Amerika Serikat itu.

Menteri Iris sudah berinisiatif mengajak negara-negara di dunia untuk menuntut Amerika yang telah lancang menyebarkan aksi teror dengan memata-matai warga dunia.

Snowden Beberkan Bukti Keterlibatan Microsoft

Edward Snowden membeberkan bukti-bukti yang menunjukkan raksasa teknologi global bekerja sama erat dengan badan intelijen Amerika Serikat, termasuk Badan Keamanan Nasional (National Security Agency/NSA) dan FBI, untuk memastikan semua pelanggannya bisa dimata-matai.

Surat kabar Inggris The Guardian melaporkan dokumen-dokumen yang ditunjukkan Snowden memperlihatkan Microsoft membantu NSA dengan mempersilakan badan itu “mengintip” percakapan di Outlook.com.


Microsoft dikabarkan bekerja sama dengan FBI tahun ini untuk memudahkan akses NSA ke layanan SkyDrive. Setelah Microsoft membeli Skype, NSA mengakses kemampuan baru untuk meningkatkan jumlah video yang dikumpulkan dalam program Prism menjadi tiga kali lipat.

Microsoft membantah segala tuduhan tersebut, »Microsoft tidak memberikan akses langsung maupun terselubung ke SkyDrive, Outlook.com, Skype, atau produk-produk Microsoft ke pemerintah mana pun.”



Perusahaan itu sebelumnya menyebutkan, selama enam bulan pada tahun 2012, telah menyerahkan catatan sekitar 32 ribu akun pengguna.

Namun tidak mengatakan apa-apa lagi karena pemerintah Amerika Serikat melarang seluruh perusahaan teknologi membicarakan aktivitas mereka.

Sementara itu, wartawan Guardian yang menulis kisah Snowden mengatakan sumbernya mengaku tidak pernah memberikan informasi apa pun kepada pemerintah Rusia atau Cina, seperti yang dituduhkan.

Glenn Greenwald dalam artikel yang dipublikasikan 10/07/2013 lalu di situs Guardian mengatakan dia berbincang dengan Snowden pekan lalu dan Selasa. Snowden dengan tegas membantah rumor yang mengatakan Moskow dan Beijing memiliki data-datanya.

CEO Facebook : Tak ada yang bisa lepas dari Facebook

Dalam pernyataannya sesaat setelah mengumumkan perolehan pengguna sebesar 1,1 miliar, CEO Facebook, Mark Zuckerberg menjelaskan bahwa penggunanya tidak akan dapat lepas dari situs besutannya itu.

Pada hari Rabu (10/07/13) kemarin, Zuck, panggilan Mark Zuckerberg, mengatakan bahwa beberapa waktu ke depan, Facebook akan merilis banyak fitur baru.



Dari dirilisnya fitur-fitur baru tersebut, seperti dikutip dari The Onion (10/07/13), Zuck mengatakan:

“Facebook akan memperkenalkan segudang fitur baru dan pasti banyak orang akan membencinya. Tapi, walaupun benci, mau tidak mau orang-orang akan tetap menggunakannya dan tetap tidak dapat lepas dari Facebook setiap hari.”

Namun apabila ada pengguna yang tidak setuju akan kebijakan tersebut, dapat mengirimkan surat atau email protes mereka ke Facebook.

Sumber : forum.viva.co.id