Sabtu, 30 Oktober 2010
Jumat, 29 Oktober 2010
Kamis, 28 Oktober 2010
MSI Keluarkan PC touchscreen
Kalau Apple sudah mengeluarkan komputer all-in-one (iMac) kali ini MSI juga memiliki produk AIO desktopnya, yang tentu saja, memiliki harga yang jauh lebih murah ketimbang Apple iMac. MSI Wind Top AE2010 memiliki layar sebesar 20-inch (1440×900 resolution), AMD Athlon X2 (1.5GHz), ATI Radeon 3200 (dengan 128MB DDR3 memory) dan 2GB DDR2 RAM. Fitur lainya memiliki 1.3MP webcam, 4-in-1 card reader, 802.11 b/g/n wireless dan juga gigabit ethernet.
Satu satunya fitur Wind yang mengalahkan kompetitornya adalah terdapatnya fungsi touchscreen dan juga VGA in dan out. Walaupun ngga banyak yang akan menggunakan monitor kedua namun fitur ini disediakan jika anda membtuhkanya. Just imagine, sehingga jika anda menyukai bekerja dengan dual monitor PC ini sudah sanggup memenuhinya.
Wind Top AE2010 nantinya akan dihargai sekitar $650 harga yang cukup murah untuk ukuran PC memadai dengan layar 20″.
NEC membuat USB 3.0 controller pertama di dunia

USB 3 Controller buatan NEC
NEC baru baru ini mengklaim kalau perusahaan ini adalah perusahaan pertama yang akan memproduksi hardware controller yang menggunakan standard USB 3.0. Dengan menggunakan µPD720200 akan memberikan komputers dan beberapa peralatan lainya mampu berkomunikasi dengan peralatan USB 3.0 dan secara teoritis dapat melakukan transfer data sampai 5Gbps, atau kasarnya ini akan 10 x lebih cepat dibandingkan dari USB 2.0. Perusahan chipset dari Jepang ini juka mengatakan kalau teknologi chips buatan mereka akan backward compatible dengan spesifikasi USB 2.0 juga USB 1.1 device, Walaupun secara fisik USB 3.0 ports tidak mensupport lagi untuk USB 1.x.
Pada saat di launchnya teknologi ini NEC mengatakan kalau hardware ini akan sangat bermanfaat untuk external hard drive dan juga solid-state drive, yang nantinya akan banyak digunakan oleh user yang menginginkan transfer data yang lebih cepat dari USB 2.0 dan ini juga tentunya akan mengalahkan koneksi FireWire 800.NEC memperkirakan kalau peralatan USB 3.0 ini akan tumbuh dengan pesat dalam waktu dekat ini dan perusahaan ini hanya memakan biaya $15 per part nya. Diperkirakan lagi teknologi ini akan mulai merata pada tahun 2010.
Melindungi USB thumb drive dengan Ninja Pendisk
Ninja adalah program freeware yang di design untuk melindungi komputer dari serangan virus yang dibawa oleh USB thumb drive, software kecil Ninja ini menunggu secara silent didalam system tray dan pada saat USB thum drive anda di tancapkan pada komputer anda maka komputer anda akan memeriksa dan menghapus file yang dicurigai mengandung virus, file yang sangat dikenal diantaranya adalah “autorun.inf” and “ctfmon.exe”
Untuk membuatnya menjadi simple, ninja ini bentuknya full portable, self contained dan tidak butuh instalasi sama sekali. Disamping menghilangkan file virus yang sudah di kenal, tool ini juga mampu mengebalkan thum drivez anda dan membuat folder yang disebut autorun.inf dengan secara khusus memproteksi agar thumbdrive anda tidak terinfeksi lagi ketika di tancapkan pada komputer yang terkontaminasi virus.
Menunggu pendisk di tancapkan
Software ini tersedia gratis dan berukuran sangat kecil, bagi anda yang memiliki komputer dan sering mengalami keluar masuk usb thumb drive maka tools ini sangat bermanfaat untuk anda gunakan, karena dia akan menghentikan usb menjalankan proses autorun nya dalam cara apapun, membiarkan program ini berjalan di tray anda berarti anda memiliki satu langkah untuk mengamankan komputer anda dari serangan virus yang berasal dari usb thumb drive. Selain itu juga terdapat fitur lan chat didalam software ini, jadi sesama pengguna ninja pendisk dalam 1 jaringan dapat melakukan chatting dengan software ini.
Download program ini dari situs ninja pendisk
5mm USB Thumbdrive dari Buffalo
Mungkin kita sering melihat mini USB wireless bluetooth dongles yang berukuran sangat mini, namun bagaimana dengan USB thumbdrive, dengan ukuran yang sangat super kecil namun mampu memberikan anda kapasitas penyimpanan yang sangat besar. Kali ini Buffalo memiliki jawaban dari itu semua maka dari itu Buffalo membuat RUF2-PS USB Dongle.
Usb ini berukuran 2, 4, 8 hingga 16GB dan teresedia dalam 3 warna (red, white, black), Mini USB dongle ini berukuran panjang 5mm, dan dapat dengan mudah ditancapkan ke USB port anda.
Sebagai tambahan, dongle ini memiliki fitur Secure Lock Mobile technology, yang menggunakan teknologi encryption untuk mengunci data anda kalau kalau anda kehilangan usb ini (mengingat ukuranya yang sangat kecil) Buffalo RUF2-PS diperkirakan akan tersedia di pertengahan Juli ini di Jepang, harganya di estimasi hingga US$135.
Teknologi baru dari Samsung
Samsung adalah salah satu penghasil peralatan elektronik terbesar di dunia, selain produk LCD, MicroChip, Handset dan beberapa peralatan lainya sudah berhasil dibuat oleh Samsung dan semakin merambah ke berbagai jenis peralatan elektronik di Dunia. Tidak heran kalau perusahaan ini kali ini mengeluarkan beberapa teknologi yang terbaru dan cukup canggih diantaranya 1.8″ Harddisk, Pico Projector, dan Transparent Oled yang sebentar lagi akan dibuat oleh Samsung dan dipasarkan untuk para manufaktur yang ingin mengadopsi teknologi yang dibuat oleh Samsung ini.
250GB 1.8-inch drive dengan USB

Harddisk ini lebih kecil dibandingkan kartu kredit
Samsung baru baru ini mengembangkan teknologi media penyimpanan nya dengan membuat hard drive kecil sebagai update terbaru dari jajaran Spinpoint N. N3U adalah nama baru yang akan mengisi jajaran 250GB dengan ukuran 1.8-inch disk, dan menggunakan 2 buath platters. Kapasitas semacam ini akan memberikan portable media player dan netbook akan memiliki kapasitas selayaknya 2.5″ notebook drive namun dalam form yang lebih kecil (kabarnya lebih kecil daripada kartu kredit) bukan itu saja, disk ini juga hanya menggunakan 40% energi lebih hemat.
Nantinya seluruh Spinpoint akan menggunakan teknologi 3,600RPM dengan 8MB of cache, juga akan tersedia dalam 120GB, 160GB dan 200GB untuk mengurangi biaya manufaktur. Device maker sudah mulai mengambil produk ini dan akan membayar sebesar $199 dalam bentuk raw untuk 250GB drive.
Micro Projector
Lagi, Samsung membuat teknologi micro projector untuk handset yang akan digunakan oleh hanphone, Samsung memperkenalkan MBP200 micro-projector phone, yang akan datang ke market eropa dimulai dari Germany, dan nampaknya beberapa vendor phone maker juga akan menggunakan strategi yang sama. Menurut artikel yang ada pada DigiTimes, micro-projector ini akan dimasukan ke beberapa dari Taiwan yang di desain oleh Samsumg bersama dengan Foxlink. dan para manufaktur telah memulai mendesain dan membuat komponen ini untuk digunakan, dan mereka akan berkolaborasi dengan handset dari eropa.
DigiTimes juga melaporkan kalau International brand vendor,seperti Nokia, Samsung Electronics dan Apple, berencana untuk membuat handset yang sudah built-in dengan micro-projector yang di mulai pada akhir tahun ini, mengindikasikan kalau Foxlink ternyata membuat hubungan bisnis juga dengan Nokia dan Apple.
Transparent Oled Display
Baru baru ini juga, theregister melaporkan kalau mereka menemukan demo dari Samsung berupa Transparent Oled Display, display yang terbuat dari kaca transparan ini dapat menampilkan layar dengan penuh warna teknologi ini tentu saja akan mengagumkan, karena sebagaimana yang kita ketahui, display LCD yang ada saat ini berwarna hitam, namun kali ini Samsung membuatnya menjadi Transparan, dengan teknologi yang mereka miliki display ini dapat memproses berbagai macam jenis input video, mulai dari GPS, hingga TV dengan resolusi yang cepat.
Kingston 256GB DataTraveler
Kingston memperkenalkan sebuah produk baru akhir-akhir ini, produk baru yang di perkenalkan kali ini adalah DataTraveler 300.
Benda kecil mungil ini adalah hardisk dengan desain sebesar flash drive dengan kapasitas 256GB…, yah saya tidak bohong, 256GB.
Yah, kalau dihitung-hitung anda bisa memasukan sekitar 10 film dengan kualitas Blu-ray, dan DataTraveler 300 dapat membaca pada kecepatan 20MB/s dan menulis pada kecepatan 10MB/s.
DataTraveler 300 sudah dapat “disandingkan” dengan PCs dan juga MAC, jadi tidak ada masalah, tidak perlu kabel tambahan yang bikin ribet seperti Hardisk Eksternal, tidak perlu tempat besar sebesar seperti Hardisk Eksternal, dan anda bisa benar-benar memasukannya ke kantung baju anda hanya dengan membayar sekitar… yah $900 USD saja ^^.(spd)
Acer Jepang keluarkan display 27″ 16:9
Bagi pengguna gaming PC kali ini Acer dari Jepang dalam waktu dekat ini akan mengeluarkan widescreen monitor terbaru. Acer B273HUbmidhz adalah sebuah lcd display yang memiliki spesifikasi high end. Dengan layar hingga 27″ dengan perbandingan 16:9 aspect ratio, dan resolusi yang mampu dicapai hingga 2,048 x 1,152. Selain itu, monitor ini juga akan memiliki 40,000:1 dynamic contrast ratio, 400cd/m2 brightness, 5ms response time, dan 160/160 viewing angle. Sebagai tambahan bonus, monitor ini juga telah memiliki dual 1.5W speakers, HDMI dan juga 4 port usb hub.Kabarnya monitor ini akan dipasarkan di Jepang pada Agustus ini dengan kisaran harga $525.
Belkin Network USB Hub
Jika anda memiliki lebih dari 1 usb disk external mungkin alat ini akan berguna untuk anda, karena Belkin Network USB Hub ini akan memberikan kemudahan bagi anda untuk mensentralisasikan semua peralatan USB anda menjadi 1 dan dapat diakses melalui network, dan jika anda memiliki wireless access point maka anda tentunya akan mampu membagikan peralatan peralatan USB anda melalui wifi, Belkin Network USB Hub tentu saja memberikan terobosan baru dalam USB gadget, kemudahan fungsi USB hub digabungkan dengan fungsi networking baik secara wired ataupun wireless.
Beberapa fitur yang dapat anda manfaatkan adalah:
- Dapat melakukan sharing hingga 5 device seperti multi-function printers, media readers, digital camera dan scanner melaui networ.
- Back up dan access data melaui networked attached storage (NAS) device.
- Memainkan musik MP3 player yang terhubung ke USB dock (dengan USB speaker)
- Dapat dijadikan print server: Network USB Hub akan membuat printer dan device lainya dapat digunakan secara bersama .
- Dapat digabungkan dengan wireless network.
Spesifikasi
Ports
- 1-10/100Base-Tx auto-sensing and auto-uplink RJ45 port
- 5-USB2.0 ports
Network Standards
- IEEE 802.3 10Base-T
- IEEE 802.3u 100Base-T
Protocol Supported
- TCP/IP
System Requirements
- PC-compatible computer with one available 32-bit slot Windows XP or Vista (32bit)
- Compatible with Microsoft Windows Vista and XP (32bit), Mac OS® X v10.3, 10.4, and v10.5
- Compatible with all notebook computers equipped with WLAN or LAN
Usb AntiNyamuk

Antinyamuk dengan usb
Kalau anda bekerja di tempat yang banyak nyamuknya, mungkin tools ini dapat membantu anda, karena di tempat umum yang banyak nyamuknya, tidak mungkin anda harus menggunakan obat nyamuk, apalagi obat nyamuk bakar, ide ini cukup unik namun akan sangat bermanfaat. Dengan menggunakan USB powered mosquito repellent dongle ini usb ini akan menghasilkan sinyal repellent yang sangat sensitive untuk serangga. Pabriknya juga mengklaim dengan mencolokan usb ini kedalam USB socket, serangga terbang tidak akan terbang mendekati anda. dengan harga hanya sebesar $6, anda dapat menghindari dari gigitan nyamuk. [Via Everything USB]
Super Talent USB 3.0 Thumbdrive menembus 320 MB/s
USB 3.0 generasi pertama ini akhirnya telah mulai keluar dipasaran. Super Talent thumbdrive adalah USB thumbdirve pertama yang menggunakan teknologi standar USB 3.0. Secara teoritis dengan menggunakan USB 3.0 maka transfer rate USB dapat bekerja hingga 200 MB/s dengan menggunakan standar BOT driver dan dapat menempuh hingga 320 MB/s jika dipasangkan dengan UASP (USB attached SCSI) driver. Sehingga USB device ini menjadi yang tercepat saat ini, namun sayangnya driver tidak disediakan bersama dengan drive nya. The Super Talent USB 3.0 drive kabarnya akan tersedia dengan ukuran 32 GB, 64 GB dan juga 128 GB. Hingga saat ini belum ada informasi harga mengenai USB ini dan diperkirakan akan mulai keluar pada bulan Desember tahun ini.
Kingston DataTraveler Locker+ dengan enkripsi

Thumbdrive yang dilengkapi sekuriti tinggi
Kingston baru baru ini mengumumkan kalau mereka telah mengeluarkan produk baru mereka yaitu DataTraveler Locker+ USB Flash drive series yang dilengkapi dengan 256-bit AES hardware-based encryption. Sehingga USB ini di fokuskan bagi anda yang membutuhkan data security, maka thumb drive ini tidak akan memperlihatkan konten nya jika kita tidak memasukan password terlebih dahulu. USB ini juga memiliki sistem automated password cracks yang secara otomatis akan memformat drive jika terjadi kesalahan password hingga 10 kali.
User juga tidak dapat membuka partisi pada DataTraveler Locker+ namun hanya dapat di buka melalui DataTraveler Locker drive. Drive ini kompatibel dengan Windows dan Mac OS X. DataTraveler Locker+ saat ini memiliki ukuran 4GB ($36), 8GB ($50), 16GB ($100) dan juga 32GB ($200) untuk kapasitasnya.
GIGABYTE keluarkan UD7 Motherboard
GIGABYTE sebagai salah satu vendor motherboard dan graphic card terbesar baru baru ini mengeluakan GA-X58A-UD7. Dengan menggunakan Intel® X58 chipset, GIGABYTE GA-X58A-UD7 tentu saja akan menjadi Motherboard gaming killer generasi berikutnya yang sudah dilengkapi dengan fitur GIGABYTE 333 Onboard Acceleration dengan dukungan USB 3.0, Serial-ATA Revision 3.0 (6Gbps) dan juga a 3x USB Power Boost, selain mendukung multi-GPU dari NVIDIA 3-Way SLI™ dan juga ATI CrossFireX™ Motherboard ini nantinya akan mendukung teknologi Intel berikutnya yang sudah menggunakan 32nm high performance processor.
GIGABYTE GA-X58A-UD7 menggunakan desain baru, dengan dilengkapinya 2 ounces tembaga pada masing masing Power dan Ground layers pada PCB nya, sehingga tentu saja ini akan menurunkan tempratur sistem anda. GIGABYTE GA-X58A-UD7 juga memiliki fitur GIGABYTE Smart 6™ technology, mendukung gabungan 6 innovative software utilities yang dapat anda gunakan untuk mengatur system performance, boot-up time yang lebih cepat, platform management yang lebih aman dan adanya system recovery hanya dengan klik mouse.
GIGABYTE GA-X58A-UD7 akan mendukung sepenuhnya Intel® Core™ i7 processors dengan menggunakan soket LGA 1366 sebagaimana ini nantinya akan menjadi generasi baru Intel 32nm processor. Untuk urusan memory, Gigabyte akan mendukung triple channel DDR3 memory.
GIGABYTE GA-X58A-UD7 motherboard nantinya akan mendukung SuperSpeed USB 3.0 technology dengan menggunakan chip onboard NEC uPD720200 host controller. Dengan demikian nantinya user akan memiliki superfast transfer rate hingga 5 Gbps, atau 10x lebih cepat daripada USB 2.0. Sebagai tambahan teknologi ini juga backward compatible dengan perangkat USB 2.0 device anda.
Kingston DataTraveler 5000 dengan enkripsi 256-bit AESkingston datatraveler 5000 Kingston DataTraveler 5000 dengan enkripsi 256 bit AES Dengan enkrip

Dengan enkripsi yang aman
Jika anda menginginkan agar data anda dalam usb selalu aman, maka solusi untuk menggunakan Kingston DataTraveler 5000 ini mungkin sangat cocok untuk anda, dengan demikian, apabila data anda kecurian, hilang, tertinggal dimeja, anda dapat memastikan kalau data anda tidak akan pernah berhasil dikopi oleh si pencuri data, mengapa demikian ? karena dalam USB ini sudah dilengkapi pengaman enkripsi yang akan mengacak dan mengenkripsi data anda tentunya dengan enkripsi tingkat tinggi.
Enkripsi yang digunakan kingston kali ini adalah menggunakan 256-bit AES sebuah metode enkripsi yang sangat sulit untuk dipecahkan atau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membuka data anda dengan enkripsi ini,Sebagai tambahan, untuk lebih meyakinkan keamanan data anda, usb ini juga telah dilengkapi dengan sertifikasi FIPS 140-2 Level 2 sementara masih pending untuk Level 3dan menggunakan metode XTS cipher dengan algoritma elliptic curve cryptography (ECC) yang sudah di sertifikasi oleh pemerintahan U.S. Nantinya usb ini akan tersedia dalam ukuran 2GB, 4GB, 8GB dan juga 16GB, Kingston DataTraveler 5000 ini akan berharga $111, $185, $231 dan juga $400.
USB 3.0 untuk laptop anda
Dengan menggunakan USB 3.0 tentu saja anda akan menikmati kecepatan tinggi dari teknologi ini dalam hal transfer rate. Saat ini sudah banyak motherboard yang mulai menggunakan USB 3.0 untuk interface peripheralnya, lalu bagimana dengan nasib pengguna laptop yang anda miliki saat ini ? ah jangan berkecil hati, karena kita masih bisa menikmatinya..
StarTech kali ini mereka memiliki 2 Port ExpressCard USB 3.0 adapter. Sebagaimana yang anda ketahui dengan menggunakan ExpressCard slot yang tersedia di laptop anda maka anda dapat menikmati kecepatan USB 3.0. Namun perlu anda perhatikan juga dari device ini. Karena ExpressCard slot tidak sepenuhnya akan memberikan daya yang cukup untuk mensupply masing masing USB port yang membutuhkan daya hingga 900mA. Mungkin anda akan baik baik saja ketika anda tidak menggunakan 2 device yang memerlukan daya maximum atau anda terpaksa harus menambahkan AC adapternya. Saat ini karena kelangkaan barang dan teknologi ini, card ini dihargai hingga $50.
Seagate USB 3.0 BlackArmour

USB 3.0 Mulai jalan
Seagate tidak mau kalah dengan vendor lainya, kali ini mereka akan memasuki kancah USB 3.0 dengan mengeluarkan produk BlackArmor PS 110 yang disebut sebut dengan USB 3.0 Performance Kit, atau nama keren dari FreeAgent Go, karena perangkat ini sudah dilengkapi dengan dukungan sepenuhnya terhadap SuperSpeed USB interface yang di bundled dengan USB 3.0 ExpressCard upgrade card. Didalam BlackArmor sendiri dibesut dengan harddisk berkecepatan 7200-rpm 500GB. Saat pengujian memindahkan file sebesar 25GB HD movie dengan drag ‘n drop harddisk ini mampu mentransfer data dengan kecepatan hingga 99MB/s walaupun ini masih cukup rendah dibandingkan dengan 3.5″ USB 3.0.
BlackArmor PS 110 USB 3.0 juga hadir dengan pre-loaded Acronis software yang dapat anda gunakan sebagai backup dan data recovery, dan kabarnya perangkat ini dijual dengan harga $180 BlackArmor PS 110 dengan garansi 5-tahun.
USB 3.0 Hub Pertama di dunia

4 port usb 3.0 pertama di dunia
USB Hub banyak dimanfaatkan bagi anda yang memiliki usb port yang jumlahnya sedikit, tentu saja dengan usb hub anda dapat memanfaatkan lebih banyak usb port dan memanfaatkan peralatan usb anda untuk terkoneksi satu sama lain secara langsung. Kalau bicara usb 2.0 hub semua sudah lazim dan banyak didapatkan di pasaran, kalau bicara usb 3.0 hub, baru anda wajib mengikuti berita ini.
Buffalo merupakan salah satu vendor pertama di dunia yang menciptakan usb 3.0 hub, walaupun belum ada yang mulai menggunakanya, dan juga belum banyak vendor yang membuat motherboard yang dilengkapi usb 3.0 hub, namun buffalo mencoba memasarkan usb 3.0 hub untuk yang pertama kali nya, dan usb 3.0 hub yang pertama ini memiliki 4 port.
4 port USB 3.0 Hub dengan model BSH4A03U3 akan tersedia dalam bentuk warna hitam dan putih, dan sudah mendukung OS Windows XP, Vista dan juga Win 7 dengan OSX 10.4 menurut Buffalo. Buffalo 4 port USB 3.0 ini backward kompatibel dengan USB 1.1 dan USB 2.0, data transfer alat ini mampu mentransfer hingga 5Gbps untuk usb 3.0.
Burner Pengganti Nero yang tangguh
Tidak heran kalau nero menjadi favorit cd / dvd burner bagi para pemilik pc berbasis windows, namun jika anda ingin menggunakan software yang free, mungkin anda dapat menggunakan beberapa software pilihan tekno, memang kita sudah mengetahui nero 9 lite memang gratis, namun dibalik itu anda harus menggunakan toolbar nya, dan tentu saja ini mengurangi kenyamanan anda saat menggunakan browser, dengan kata lain, menggunakan nero 9 lite mungkin akan membuat komputer anda dipenuhi dengan iklan iklan yang berasal dari nero.
Jika anda ingin menggunakan software yang memiliki kemampuan secanggih nero dan gratis pula, mungkin anda dapat menggunakan beberapa software pilihan kami, diantaranya adalah:
CD Burner XP Software
Sebuah tools cs yang dapat memburn CD, DVD, Blu rays dan juga HD Dvd pada windows anda dengan nama CD Burner XP juga memiliki kemampuan untuk meng import M3U, menghapus disc dan dapat melakukan hampir semua fingsi yang dimiliki oleh Nero Lite. Tampilan Interface nya sangat mudah untuk diadaptasi dan digunakan tidak ada tombol yang kompleks dan membingungkan seperti yang ada pada screenshoot berikut ini:
Bahkan jika dibandingkan, CD Burner XP memiliki kemampuan yang lebih canggih dibandingkan dengan Nero lite. Anda patut mencoba dan Downloadnya secara gratis melalui CD Burner XP website.
InfraRecorder Burner
Selain memiliki fitur yang sangat hebat, Infra recorder berani mengklaim kalau mereka adalah software cd dvd burning terbaik yang pernah ada. Anda dapat membuat custom data cd, audio cd ataupun mixed mode dvd dengan free burning tool ini.
Software ini memiliki semua fitur standard dalam menghapus informasi dan melakukan rewrite dengan infra recorder. Jika ingin mencoba download langsung saja (Bekerja untuk Windows XP, Windows Vista dan juga Windows 2000)
ImgBurn Burning Software
Software ini dikenal dengan kemampuanya yang sangat ringan dalam kategori burning application, Imgburn dapat dikatakan software yang anda harus miliki. Software ini dapat memburn semua jenis image file dengan mudah, dan sudah mensupport fitur advance burning dengan harga yang gratis.
imgburn dapat di Download versi terakhirnya melalui website imgburn.
Tentu saja masih banyak lagi software burning gratis yang sangat powerfull yang dapat di temui di internet, salah satunya versi komersil dari Ashampoo burning studio, anda dapat dengan mudah mendapatkan license key nya secara gratis untuk penggunaan selama 1 tahun.
Bagaimana dengan anda ? Burner apa yang anda gunakan ?
Dapatkan Gratis Winrar 3.8 Sekarang!
Jika anda ingin menggunakan kompresi winrar, mungkin anda harus menggunakan software bajakanya, ataupun anda harus menggunakan software kompresi kompatibel yang gratis, walaupun dapat mengekstrak file, dan mengkompres dalam format lain, menggunakan winrar lebih mudah dan lebih cepat. Sehingga itulah yang menjadi alasan kenapa winrar merupakan software yang berbayar selain karena beragam fitur kompresi dan tambahan fitur lainya.
Kali ini tekno menemukan dari Ghacks, kabarnya kalau winrar memberikan free license untuk versi 3.8 nya, ya bagi anda yang ingin menggunakan software legal, mungkin anda bisa mendapatkan software tersebut. untuk mendapatkan software ini agak tricky dan anda harus melakukan beberapa trik karena mereka membatasi hanya beberapa bagian negara saja yang diterima:
Dengan demikian yang perlu anda lakukan adalah:
- Download WinRar 3.80 dari Winrar website. dan install software tersebut.
- Buka halaman registrasi Winrar untuk mengisi form
Setelah anda isi form, maka page tersebut akan menjadi blank, jangan khawatir web tersebut tidak error, memang begitu adanya saat kami coba.

Email akan terkirim memberitahukan link download anda.
Anda tinggal klik pada link yang kedua, untuk mendapatkan lisensinya, sedangakan link yang pertama untuk membeli lisensi winrar 3.91 terbaru.

Download key winrar
Untuk masalah bahasa, biarkan bahasa tersebut, karena anda hanya perlu mengisi nama depan, nama belakang, dan juga email. Jika anda memiliki masalah membuka websitenya, anda bisa menggunakan proxy dari german.
Kali ini tekno berhasil mendapatkan lisensi winrar ver 3.8 gratis!
AMD, ATI dan Intel, Nvidia dimasa mendatang
Seperti yang kita ketahui, pertumbuhan akan dunia teknologi di bidang 3D, GPU, CPU dan VGA, terus meningkat seperti waktu dulu, perusahaan graphics card seperti S3, 3DLabs, Rendition, 3dfx dan juga manufaktur board nya seperti Orchid, STB, Hercules, the original Diamond, dan Canopus. Mereka telah berhasil membangun sebuah alat yang membuat dunia komputasi memungkinkan untuk tampil secara visual untuk selama bertahun tahun. Namun dari situ lahir 2 buah jenis teknologi yang hadir di masyarakat, yaitu integrated product ataupun independen product ? Apakah Integrated product / Integrated GPU akan punah dimasa mendatang ? atau akan terus berkembang ?
Jika kita melihat sejarah, yang sifatnya integrated tidak selamanya punah, misalnya “sound card” kartu suara pada zaman dahulu bersifat independen, seperti Tandy 1000, Disney Sound Source, Sound Blaster, Sound Blaster Pro, Pro Audio Spectrum 16, Gravis Ultrasound, Monster Sound PCI, Hingga kini memasuki era Aureal/Sensaura/EAX era. Namun sayang nya pengguna sound card ini seakan akan akan mati dan punah dimasa mendatang, karena banyak para user yang sudah cukup menikmati suara yang canggih dan mencukupi hanya dengan menggunakan chips yang sudah terintegrasi di motherboard kita.
Sehingga, nantinya apakah nasib GPU akan sama dengan sound card ? atau akan berbeda sama sekali ? hal ini tentu dipengaruhi oleh 2 hal, pertama ketika sebuah teknologi itu telah mencapai titik penghabisan untuk dimanfaatkan oleh konsumen dan developer, kedua teknologi semikonduktor yang semakin canggih memungkinkan untuk membuat teknologi yang sama, performance yang hampir sama dan harga yang lebih murah.
Apa yang membuat teknologi ini semakin maju ?
Tentu saja jawabanya developer, developer senantiasa haus sumber daya super komputasi yang sangat sangat tinggi, dengan komputasi yang tinggi, mereka bisa menciptakan berbagai macam hal yang sangat bernilai dan memiliki keuntungan yang sangat besar, sebut saja Gaming, atau Film ? semua komponen ini membutuhkan hardware processing yang sangat tinggi, dan cepat. Tidak heran dari tahun ke tahun, para developer dan pengembang film, terus menaikan budget mereka untuk meningkatkan keuntungan mereka, dengan demikian para hardware vendor juga akan menjadi pasar bagi para pengguna yang memerlukan teknologi semacam ini dan hal ini akan menjadi terus berkesinambungan.
Sebut saja Call of Duty: Modern Warfare 2, Halo 3, dan juga Gran Turismo 5 yang memerlukan budget dari $50 hingga $60 juta untuk setiap game nya. Grand Theft Auto 4 tidak tanggung tanggung, mereka siap mengeluarkan budget hingga $100 juta. Industri film lebih hebat lagi, mereka dapat meraup keuntungan 4x – 5x lipat sebut saja, Transformers, Casino Royale, dan juga Pirates of the Caribbean. Selain itu keuntungan yang menggiurkan seperti The Departed 3x , 500 Days of Summer 6x, Twilight 10x, dan juga Slumdog Millionaire 25x !
Biar lebih mencengankan lagi perhatikan tabel berikut ini:
Kebutuhan akan processing saat ini masih sangat jauh dari yang diharapkan, misalnya saja pixar, yang memiliki budget yang sangat tinggi dalam setiap pembuatan film nya, Pixar film membutuhkan waktu 5 – 6 jam untuk merender sebuah frame yang dilakukan oleh super komputer cluster.
Masa Depan AMD dan GPU nya

AMD Graphic card punya pendekatan sendiri
Setelah sukses dengan Radeon HD 4000-series, AMD terus menjaga komitmen nya dan me maintain momentum tersebut hingga akhirnya melahirkan produk yang sangat bagus seperti hal nya Radeon HD 5000-series. Salah satu inovasi yang di adopsi AMD adalah mereka menggunakan strategi khusus untuk mendesign GPU dengan menggunakan konsep “small die”. Sebagaimana arsitektur GPU Nvidia masih mencoba menurunkan biaya dengan cara mendisable processing core, mengurangi clock speed, ataupun juga menggunakan memory interface 64-bit yang lebih sedikit, AMD saat ini sudah cukup terkenal dengan optimasi “die nya” dan selalu memiliki GPU terbaik untuk kelas mid-range dari pemanfaatan teknologi yang mereka kembangkan.
Secara historis menjelaskan kalau Nvidia selalu mengembangkan GPU dari GPU andalan nya yang memiliki performance terbaik. Berbeda dengan ATI (yang sekarang AMD) mereka lebih fokus berinovasi dengan desain GPU yang terfokus pada gaming. Nvidia selalu memperkenalkan 16/32-bit floating point pada GeForce FX line-up yang mereka miliki, dan fitur ini memang akan lebih lambat untuk game, sedangkan ATI tetap statis dan fix pada 24-bit precision shader yang dimulai pada Radeon 9700 nya.
Desain dari arsitektur AMD ini membawa mereka kedalam sebuah teknologi yang disebut dengan Fusion. Didalam Fusion, AMD berencana untuk mengintegrasikan teknologi GPU tradisional kedalam CPU. Hasilnya bukan hanya akan mengurangi latency dan meningkatkan bandwidth lebih cepat, namun perpaduan CPU/GPU dapat saling melakukan sharing resource yang lebih baik, akibatnya processor akan lebih murah karena akan menggunakan silicon yang lebih sedikit. Disisi lain, CPU akan memiliki floating point unit (FPU), yang akan mengintegrasikan komponen mekanisme single- and double-precision math, rounding, dan metode perhitungan prosesor lainya.
Dalam fase awal ini, AMD akan mengintegrasikan CPU cores dengan GPU core pada processor yang sudah ada. Dalam waktu yang sama, mereka akan mengembangkan Radeon GPU dengan kemampuan multi-chip, Fusion processor nantinya dapat di manfaatkan dengan adanya kemampuan untuk melakukan kontrol terhadap elemen proses. Sehingga nantinya setelah proses integrasi ini berhasil, maka akan sulit bagi kita untuk membandingkan CPU dan GPU component dalam sebuah chip. Tentu saja ini akan bernama CPU yang sudah di integrasikan FPU “stream” core, yang mana melalui software driver komputer akan mengenalinya sebagai graphic chip. Dengan menggunakan power management yang selayaknya tentu saja ini akan menghasilkan kombinasi performance per watt. Sehingga nantinya memungkinkan juga kalau desktop environment dengan integrated GPU akan lebih hemat battery, dan memiliki on-demand access kepada GPU yang lebih cepat untuk dimanfaatkan oleh banyak aplikasi.
Nvidia mencoba memasukan teknologi Hybrid SLI, namun sayang nya tidak begitu digemari untuk enthusiast market. Hybrid SLI (GeForce Boost) memungkinkan anda untuk membagi proses 3D antara GPU primary dan juga GPU pada add-on card, namun tetap saja ini kurang berhasil dari sisi GPU. Latency dan processing overhead akan terjadi pada saat melakukan split dari proses 3D dan akhirnya performance yang didapatkan tidak signifikan. AMD memiliki kesempatan yang lebih tinggi dengan Fusion, akibat adanya komponen lower-latency yang sudah ter integrated.
Sehingga Fusion akan menjadi sang integrator pada teknologi graphic kedalam CPU, Torrenza akan memprovide bandwith super tinggi langsung ke CPU (direct-to-CPU) seperti halnya HyperTransport yang terkenal dengan high-bandwidth low-latency interconnect protocol nya.
Penggunaan “direct-to-CPU add-ons” sudah ada di berbagai pasaran, misalnya anda dapat menggunakan XtremeData XDI device pada soket AMD Opteron. Add on card yang terdiri dari 2 Altera Stratix II FPGA ini memiliki akses langsung ke primary Opteron CPU dan juga RAM. Walaupun alat ini belum memiliki GFLOPS raw yang sama pada CPU 8 core, ataupun GPGPU, alat ini masih memiliki hasil varian yang belum standar dari sisi performance, Namun jika diukur melalui performance untuk penggunaan aplikasi compute-intensive algorithmic, seperti financial market data analysis, data encryption, ataupun juga radar system militer, alat ini memberikan performance per watt yang lebih baik. Jika anda berminat, anda dapat mendapatkan HTX card dengan menggunakan FPGA atau 10 GigE network adapter yang dilengkapi dengan direct HyperTransport link ke CPU.
Bagaimana dengan Intel ?
Pentium 4 telah menjadi produk CPU paling laris yang dijual oleh Intel, dengan menggunakan teknologi arsitektur NetBurst ternyata mereka memiliki teknologi yang kalah canggih dari pesaing nya. Saat itu Intel dan AMD bersaing ketat untuk merebut market share karena AMD memiliki produk yang tak kalah superior yaitu Athlon CPU. Namun semenjak diperkenalkanya Pentium M dari Intel Haifa design center dan teknologi ini sudah memasuki Core micro-architecture, Intel berhasil merebut posisi mereka sebagai CPU technology leader. yang lebih mengagumkan lagi teknologi Intel Core itu sendiri merupakan evolusi dari cabang arsitektur prosecor P6 “Pentium Pro” architecture yang dikeluarkan pada tahun 1995.
Dari sisi design, intel tidak hanya ber inovasi melalui 1 jenis platform saja, setidaknya ada 2 jenis teknologi Intel yang sangat menguntungkan, khususnya untuk arsitektur pengguna high-performance CPU sebut saja Itanium. Setelah perjalanan 2 dekade investasi Intel terhadap Itanium memang terbayarkan dimana Intel sedang mengambil keuntungan dari investasi yang mereka lakukan selama ini, ha ini terjadi akibat Intel Haifa design center membawa arsitektur P6 ke dunia yang lebih modern, banyak core engineer dari P6 dipindahkan menjadi Itanium team digabung dengan HP PA-RISC engineer, proyek Itanium telah menjadi proyek CPU terbesar yang pernah dikerjakan engineerdi dunia.
Arsitektur Itanium yang unik membuatnya berbeda dengan CPU yang ada pada saat ini yang banyak memanfaatkan elemen non-computing untuk meng optimasi performance, misalnya “out-of-order schedulers” dan juga “branch prediction“, Itanium di desain berdasarkan ide kalau silicon itu harus bersifat dedicated dan aktual untuk elemen komputasi. Bukanya dengan cara mengatur jadwal real-time dengan CPU clock untuk membuat keputusan, jenis optimiasi seperti ini sudah banyak terjadi, misalnya didalam software, ketika kita melakukan kompilasi dan proses development, semakin banyak waktu yang ada semakin komplek algoritma yang akan digunakan. Hal ini menyebabkan CPU melupakan desain tradisional ini dan mengadopsi teknologi very long instruction word (VLIW), yang mana CPU dapat menyimpan instruksi di setiap putaran clock dengan lebih panjang untuk mengatur performance nya. IDE akan teknologi ini disebut juga dengan EPIC (Explicitly Parallel Instruction Computing).
Sayangnya, belum ada teknologi compiler yang dapat mengakomodasi dan memanfaatkan Itanium ini, sebagaimana Intel dan HP memulai proyek besar ini. Akhirnya menyebabkan original Itanium terlambat 2 tahun untuk dikeluarkan, lalu Itanium 2 pun dikeluarkan setelah 2 tahun kemudian dan hingga akhirnya Intel memulai project baru yang disebut dengan Tukwila, “Itanium 3,” yang telah keluar sesuai jadwal.
Untuk mengerjakan Itanium ini, Intel telah melibatkan setidaknya 1,000 engineer untuk mendesain core dari VLIW Itanium dan menutup kelemahan Itanium itu sendiri untuk dapat mengalahkan Opterons ataupun Xeons. Akhirnya HP Integrity NonStop system menerapkanItanium dan meningkatkan 99.99999% up-time dibandingkan dengan 99.999% yang dimiliki IBM mainframe. Persentase ini hanya akan membedakan 3 detik downtime pertahun, dan 5 menit down-time per tahun yang dimiliki IBM. Sehingga jika membicarakan soal reliability itu adalah penting, dan itu telah menjadi alasan kenapa Itanium dapat menguntungkan. Dari sini, nantinya tidak menutup kemungkinan Intel untuk membuat low Itanium ?
Sehingga Itanium mungkin tidak akan mengalahkan pasaran yang dimiliki Xeon atau Opteron saat ini, namun Itanium market nantinya mungkin akan tumbuh saat banyak rumah sakit yang mulai menggunakan peralatan elektronik sebagai penganalisa kesehatan ataupun sebagai digital imaging system, saat seperti itulah 99.99999% uptime menjadi sangat bermanfaat. Itanium juga tidak menutup kemungkinan untuk mendukung QPI, sebuah teknologi interconnect yang digunakan oleh CPU Nehalem yang memungkinkan sistem heterogen dapat bekerjasama dengan CPU tradisional seperti Xeon x86-64 CPU dan juga Itanium IA-64 CPU.
Mungkin kita tidak pernah mengetahui kapan hukum Moore akan berakhir, namun secara teoritis, saat teknologi telah mencapai 5nm maka kita akan mengalami masalah “electron tunneling” dimana elektron tidak dapat bergerak bebas lagi sehingga teknologi memaksakan kita untuk menambah fitur tunnel pada ruang elektron. Artinya, prosesor mungkin akan sulit untuk berukuran semakin kecil, dengan demikian, solusi berikutnya akan jatuh pada quantum computing dan stacked chip. VLIW/IA64 telah siap untuk mengadopsi teknologi quantum computing, namun belum untuk stacked chip.
Investasi dari Itanium juga melahirkan versi masa depan dari Larrabee. Walaupun dia berasal dari Itanium Larrabee thread-level parallelism sangat berbeda dengan Itanium VLIW instruction-level parallelism, banyak compiler tool yang sudah memanfaatkan teknologi ini, salah satunya Nvidia CUDA compiler yang dibangun melalui Open64 compiler, sebuah open-source tool yang secara original dikembangkan melalui Itanium. Nantinya, Intel pastinya akan tetap mempertahankan posisi mereka dengan produk best mainstream Core i3/i5/i7, dan juga best mainframe untuk Itanium.
Intel Graphic di masa mendatang,
Bicara soal prinsip dari GPU-computing Intel tetap menjaga komitmen nya dengan pengembangan Larrabee. Chip ini terdiri dari beberapa P54C core, dan nantinya akan dipergunakan untuk scientific computing platform dan juga untuk keperluan gaming untuk para high-performance enthusiast-level . Gagalnya Larrabee menjadi consumer dikarenakan kesulitan akan pengembangan flagship GPU dari chip ini.
Larrabee akan tetap menjadi produk sebagai scientific computing, dimana para development community bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mengoptimasikan code program dengan memanfaatkan chip ini. Namun sayang nya Intel memiliki masalah dalam pengembangan graphic driver dan juga shader compiler, yang menghasilkan nilai yang sangat buruk saat benchmark, dibanding yang ditawarkan AMD dan Nvidia.
Bicara soal Nvidia, mereka memiliki langkah awal sukses akibat bantuan dari para software team, yang dipimpin oleh Dwight Diercks. Dalam masa jabatanya, Nvidia telah mengembangkan “Unified Driver Architecture” dan akhirnya melahirkan teknologi metodologi dari CUDA. Akibatnya tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi soal driver, semua driver keluaran Nvidia pada dasarnya memiliki kemampuan yang stabil.
AMD juga memiliki Ben Bar-Haim. Setelah di rekrut ATI pada tahun 2001, dia mengeluarkan proyek Catalyst program pada tahun 2002, yang mang ini membawa ATI Radeon driver ke level yang kompetitif dengan Nvidia. Sehingga keduanya telah berhasil memanfaatkan teknologi dan hardware yang mereka miliki. namun sayang nya Intel tidak memiliki experience sedemikian rupa.
Nvidia patut diperhitungkan

nVidia juga memiliki path yang terang
Keberadaan Intel, ATI, dan AMD tentu saja membuat Nvidia harus terus mengepakan sayapnya, salah langkah tidak menutup kemungkinan Nvidia akan berakhir seperti S3 atau Matrox. Dengan demikian Nvidia tentu saja harus lebih agresif yang dimulai dari NV30 32-bit shader yang saat ini sudah memiliki kemampuan Fermi CUDA, yang secara khusus memanfaatkan core dari CUDA, nampaknya akan mendongkrak Nvidia.
CUDA adalah bahasa marketing Nvidia yang memungkinkan kalau setiap hadware dan software dari Nvidia mampu melakukan proses non-graphics computing pada GPU tersebut. Pada core arsitektur CUDA hardware para developer dapat bekerja dengan menggunakan C, Fortran, OpenCL, dan juga DirectCompute. Dengan memanfaatkan CUDA pada bahasa pemrograman lain membuka kemungkinan baru bagi Nvidia untuk menyabot kalangangan aplikasi, bukan hanya game, sebut saja Mercury Playback Engine yang dikembangkan untuk Adobe CS5. Ini merupakan versi Adobe yang sangat penting. Creative Suite ini diperkirakan akan menjadi best seller karena satu satunya aplikasi yang mengimplementasikan 64-bit native code.
Versi sebelumnya Adobe software memanfaatkan OpenGL untuk meng akselerasi beberapa elemen dalam bekerja, sedangkan nanti, ketika menggunakan Mercury Engine yang notabene teknologi ini menggunakan Nvidia CUDA otomatis akan memberikan kemampuan real-time editing pada high-resolution clip yang lebih kompleks, juga sudah mendukung temporal-based codec seperti H.264 dan AVCHD. Lalu jika jatuh pada encoding Video Nvidia CUDA memiliki Elemental Accelerator sehingga misalnya, dual Quadro FX 3800 setup (sama dengan GeForce GTX 260 dengan 192 core, namun menggunakan 256-bit memory), mampu meng encoding AVCHD 1080p (Film AVATAR) ke H.264 720p dapat diraih dengan kecepatan 40 fps.
Sementara AMD cukup kewalahan dengan hal ini, mengingat AMD hanya mampu memberikan beta plug-in untuk Stream accelerated H.264 encoding, Software ini juga membutuhkan AMD CPU dan tentu saja tidak akan bekerja pada Intel processor. Dalam dunia scientific computing, Nvidia tentu saja menikmati hal ini dan akan menjadi dominan, karena C for CUDA dan Fortran for CUDA. Fortran sangat dominant digunakan pada aplikasi scientific computing.
Namun Nvidia tidak berhenti disitu saja, ketika ATI berhasil merender salah satu versi dari Lord of the Rings secara realtime pada SIGGRAPH 2002 hal ini mengejutkan kalangan. Setidaknya itulah yang dilakukan oleh Nvidia CUDA saat ini, karena telah membawa Nvidia ke level yang baru. Nvidia dan WETA bekerja sama untuk mengembangkan custom software untuk film Avatar, yang disebut dengan PantaRay. Software yang disebut dengan Pre-computational tool ini berjalan lebih cepat 25 kali daripada CPU server dan 4x lebih efektif digunakan saat melakukan renderer. Ini memungkinkan PantaRay melakukan milyaran polygons per frame dalam waktu yang lebih singkat.
Selaini itu, Pixar graphic atau Pixar films menggunakan software render dengan menggunakan Renderman, Software ini menggunakan arsitektur dari REYES. Cara kerjanya secara tradisional dalam mengolah 3D graphic adalah dengan cara mensortir segitita membentuknya dan memberi tekstur lit, and then textured. REYES divides curves into micropolygons that are smaller than a pixel in size, along with stochastic sampling to prevent aliasing. It’s a different way of rendering. At SIGGRAPH 2009, a GPU implementation of a REYES render was demonstrated using a GeForce GTX 280. Though more work will need to be done, Nvidia appears to be headed in this direction with Bill Dally in the position of VP of research. I’d be surprised if we didn’t see an Nvidia implementation of REYES in the future.
Akankah Nvidia mengembangkan processor x86 ?
Hal ini juga tidak menutup kemungkinakan, setidaknya ada 2 kemungkinan yang dapat terjadi, yaitu:
Opsi pertama, Nvidia akan melanjutkan pengembangan dari Transmeta Crusoe CPU. Walaupun Crusoe tidak begitu sukses, namun CPU ini cukup kompetitif dengan Intel Atom. Versi terbaru dari Cruose nantinya akan mendukung VLIW yang tentunya akan mengisi jajaran produk low-power device. Saat digabung dengan GPU, Nvidia tidak menutup kemungkinan untuk berperang dengan AMD Fusion dan Intel.
Opsi kedua, mungkin Nvidia akan bekerjasama dengan perusahaan lain untuk membuat simple CPU sebagai versi masa depan dari Tesla atau Quadro. Saat ini GPU yang memiliki kemampuan simple CPU ini mungkin ada pada teknologi GPGPU yang memungkinkan GPU mentransfer data kembali ke system ataupun ke graphic card.
Akhir kata
Dalam beberapa tahun kedepan tentu saja akan semakin menarik di dunia komputasi, karena akan ada 3 pemain signifikan yang ikut berperang dalam kancah dunia teknologi CPU/GPU yaitu AMD, Intel, dan Nvidia. Masing masing dari teknologi yang diperkenalkan ini memiliki banyak perbedaan signifikan, bisa saja nantinya mereka akan memiliki pangsa pasar tersendiri ataupun mengambil semua pangsa pasar yang ada ?
Kita lihat saja di masa nanti.




















