Sabtu, 04 September 2010

Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Penyusunan sistem periodik unsur telah mengalami banyak penyempurnaan. Mulai dari Antoine Lavosier, J. Newslands, O. Mendeleev hingga Henry Moseley.

1. Pengelompokan Unsur Menurut Lavoisier

Pada 1789, Antoine Lavoiser mengelompokan 33 unsur kimia. Pengelompokan unsur tersebut berdasarka sifat kimianya. Unsur-unsur kimia di bagi menjadi empat kelompok. Yaitu gas, tanah, logam dan non logam. Pengelompokan ini masih terlalu umum karena ternyata dalam kelompok unsur logam masih terdapat berbagai unsur yang memiliki sifat berbeda.

Unsur gas yang di kelompokan oleh Lavoisier adalah cahaya, kalor, oksigen, azote ( nitrogen ), dan hidrogen. Unsur-unsur yang etrgolong logam adalah sulfur, fosfor, karbon, asam klorida, asam flourida, dan asam borak. Adapun unsur-unsur logam adalah antimon,perak, arsenik, bismuth. Kobalt, tembaga, timah, nesi, mangan, raksa, molibdenum, nikel, emas, platina, tobel, tungsten, dan seng. Adapun yang tergolong unsur tanah adalah kapur, magnesium oksida, barium oksida, aluminium oksida, dan silikon oksida.

Kelemahan dari teori Lavoisior : Penglompokan masih terlalu umum

kelebihan dari teori Lavoisior : Sudah mengelompokan 33 unsur yang ada berdasarka sifat kimia sehingga bisa di jadikan referensi bagi ilmuan-ilmuan setelahnya.

2. Pengelompokan unsur menurut J.W. Dobereiner

Pada tahun 1829, J.W. Dobereiner seorang profesor kimia dari Jerman mengelompokan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya.

Ia mengemukakan bahwa massa atom relatif strontium sangat dekat dengan masa rata-rata dari dua unsur lain yang mirip dengan strantium, yaitu kalsiium dan barium. Dobereiner juga mengemukakan beberapa kelompok unsur lain seperti itu. Unsur pembentuk garam dan massa atomnya, yaitu c1 = 35,5 Br = 80, dsn I = 127. unsur pembentuk alkali dan massa atomnya. Yaitu Li = 7, Na = 23dan K = 39.

Dari pengelompokan unsur-unsur tersebut, terdapat suatu keteraturan. Setiap tiga unsur yang sifatnya mirip massa atom ( A r ) unsur yang kedua (tengah) merupakan massa atom rata-rata dari massa atom unsur pertama dan ketiga.

Oleh karena itu, Dobereiner mengambil kesimpulan bahwa unsur-unsur dapat di kelompokan ke dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang di sebut triade.

Triade A r Rata-Rata A r unsur pertama dan ketiga

Kalsium 40 (40 + 137) = 88,

Stronsium 88 2

Bariuim 137

Kelemahan dari teori ini adalah pengelompokan unsur ini kurang efisian dengan adanya beberapa unsur lain dan tidak termasuk dalam kelompok triad padahal sifatnya sama dengan unsur dalam kelompok triefd tersebut.

Kelebihan dari teori ini adalah adanya keteraturan setiap unsure yang sifatnya mirip massa Atom (Ar) unsure yang kedua (tengah) merupakan massa atom rata-rata di massa atom unsure pertama dan ketiga.
3. Hukum Oktaf Newlands

J. Newlands merupakan orang pertama yang mengelompokan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif. Newlands mengumumkan penemuanya yang di sebut hukum oktaf.

Ia menyatakan bahwa sifat-sifat unsur berubah secara teratur.. Unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya. Daftar unsur yang disusun oleh Newlands berdasarkan hukum oktaf diberikan pada tabel 1.1

Di sebut hokum Oktaf karena beliau mendapati bahwa sifat-sifat yang sama berulang pada setiap unsure ke delapan dalam susunan selanjutnya dan pola ini menyurapi oktaf music.

1. H 2. Li 3. Be 4. B 5. C 6. N 7. O

8. F 9. Na 10. MG 11. Al 12. Si 13. P 14. S

15. Cl 16. K 17. Ca 18. Ti 19. Cr 20. Mn 21. Fe

22.Co&Nl 23. Cu 24. Zn 25. Y 26.ln 27. As 28. Se

29. Br 30. Cu 31. Sr 32. Sr 33. Zr 34. Bi & Mo 35. Po &

Hukum oktaf newlands ternyata hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan. Jika diteruskan, teryata kemiripan sifat terlalu dipaksakan. Misalnya, Ti mempunya sifat yang cukup berbeda dengan Al maupun B.

Kelemahan dari teori ini adalah dalam kenyataanya mesih di ketemukan beberapa oktaf yang isinya lebih dari delapan unsur. Dan penggolonganya ini tidak cocok untuk unsur yang massa atomnya sangat besar.

4. Sistem periodik Mendeleev

Pada tahun 1869 seorang sarjana asal rusia bernama Dmitri Ivanovich mendeleev, berdasarkan pengamata terhadap 63 unsur yang sudah dikenal ketika itu, menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya, jika unsur-unsur disusunmenurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik. Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal yang disebut golongan. Lajur-lajur horizontal, yaitu lajur unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, disebut priode daftar periodik Mendeleev yang dipublikasikan tahun 1872. Gambar Tabel daftar periodik Mendeleyev dapat diklik disini

Sebagaimana dapat dilihat pada gambar di atas, Mendeleev mengkosongkan beberapa tempat. Hal itu dilakukan untuk menetapkan kemiripan sifat dalam golongan. Sebagai contoh, Mendelev menempatkan Ti (Ar = 48 ) pada golongan IV dan membiarkan golongan III kosong karena Ti lebih mirip dengan C dan Si, dari pada dengan B dan Al. Mendeleev meramalkan dari sifat unsur yang belum di kenal itu. Perkiraan tersebut didasarkan pada sifat unsurlain yang sudah dikenal, yang letaknya berdampingan baik secara mendatar maupun secara tegak. Ketika unsur yang diramalkan itu ditemukan, teryata sifatnya sangat sesuai dengan ramalan mendeleev. Salah satu contoh adalah germanium ( Ge ) yang ditemukan pada tahun 1886, yang oleh Mendeleev dinamai ekasilikon.

Kelemahan dari teori ini adalah masih terdapat unsur-unsur yang massanya lebih besar letaknya di depan unsur yang massanya lebih kecil. Co : Telurium (te) = 128 di kiriIodin (I)= 127. hal ini dikarenakan unsur yang mempunyai kemirpan sifat diletakkan dalam satu golongan. Kelemahan dari teori ini adalah pemebetulan massa atom. Sebelumnya massa atom. Sebelumnya massa atom In = 76 menjadi 113. selain itu Be, dari 13,5 menjadi 9. U dari 120 menjadi 240 . selain itu kelebihannya adalah peramalan unsur baru yakni meramalkan unsur beseerta sifat-sifatnya.


5. Sistem Periodik Modern dari Henry G. Moseley

Pada awal abad 20, pengetahuan kita terhadap atom mengalami perkembangan yang sangat mendasar. Para ahli menemukan bahwa atom bukanlah suatu partikel yang tak terbagi melainkan terdiri dari partikel yang lebih kecil yang di sebut partikel dasar atau partikel subatom. Kini atom di yakini terdiri atas tiga jenis partikeldasar yaitu proton, elektron, dan neuron. Jumlah proton merupakan sifat khas dari unsur, artinya setiap unsur mempunyai jumlah proton tertentu yang berbeda dari unsur lainya. Jumlah proton dalam satu atom ini disebut nomor atom. pada 1913, seorang kimiawan inggris bernama Henry Moseley melakukan eksperimen pengukuran panjang gelombang unsur menggunakan sinar-X.

Berdasarkan hasil eksperimenya tersebut, diperolehkesimpulan bahwasifat dasar atom bukan didasari oleh massa atom relative, melainkan berdasarkan kenaikan jumlah proton. Ha tersebut diakibatkan adanya unsur-unsur yang memiliki massa atom berbeda, tetapi memiliki jumlah proton sama atau disebut isotop.

Kenaikan jumlah proton ini mencerminkan kenaikan nonor atom unsur tersebut. Pengelompokan unsur-unsur sisitem periodik modern merupakan penyempurnaan hukum periodik Mendeleev, yang di sebut juga sistem periodik bentuk panjang.

Sistem periodik modern disusun berdasarkan kebaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Lajur-lajur horizontal, yang disebut periode disusun berdasarkan kenaikan nomor atom ; sedangkan lajur-lajur vertikal, yang disebut golongan, disusun berdasarkan kemiripan sifat. Sistem periodik modern terdriri atas 7 periode dan 8 golongan. Setiap golongan dibagi lagi menjadi 8 golongan A( IA-VIIIA ) dan 8 golongan B (IB – VIIIB).

Unsur-unsur golongan A disebut golongan utama, sedangkan golongan B disebut golongan transisi. Golongan-golongan juga dapat ditandai dengn bilangan 1 sampai dengan 18 secara berurutan dari kiri ke kanan. Dengan cara ini maka unsur transisi terletak pada golongan 3 sampai golongan 12. Pada periode 6 dan 7 terdapat masing-masing 14 unsur yang disebut unsur-unsur transisi dalam, yaitu unsur-unsur antanida dan aktinida. Unsur-unsur transisi dalam semua termasuk golongan IIIB. Unsur-unsur lantanida pada periode 6 golongan IIIB, dan unsur-unsur aktinida pada periode 7 golongan IIIB. Penempatan unsur-unsur tersebut di bagian bawah tabel periodik adalah untuk alasan teknis, sehingga daftr tidak terlalu panjang.

Kumpulan Video Edan

1. Video Edan : Lihat di Priview
2. Video Edan : Lihat di Priview

Jumat, 03 September 2010

Smadav 2010 Rev 8.0

Smadav 2010 Rev 8.0 Download, kalo kamu pengguna antivirus lokal ini seperti saya, tentu ini berita cukup menggembirakan. Setelah sebelumnya telah merilis Smadav Rev.7.5, kini Smadav kembali merilis versi terbarunya, yaitu Smadav 2010 Rev.8.

Pada versi ini, Smadav banyak dilengkapi dengan berbagai fitur penyempurnaan lebih baru yang dikhususkan untuk memberantas virus-virus lokal. bagi yang belum akrab dengan Smadav sedikit penjelasan, ia merupakanantivirus lokal yang lebih memfokuskan diri untuk membrantas virus lokal, dengan teknik Smad-Behavior sebuah fitur andalan untuk indentifikasi virus lokal yang baru dan belum pernah teridentifikasi sebelumnya, melalui analisa terhadap gejala yang di tunjukan oleh komputer yang terinfeksi virus tersebut

Fitur lainnya ialah Smad-Ray guna men-scan flashdisk yang telah tercolok pada sistem selama 5 detik, kamu tidak perlu aktifkan scan karena proses scan dilakukan secara otomatis

Smadav Rev 8.0 keluaran 2010 merupakan versi paling stabil dibanding pendahulunya, oleh karenanya diharapkan kamu mendownload dan install versi ini dan di gabungkan dengan antivirus internasional, agar sesama antivirus tersebut saling menyempurnakan, dimana Smadav akan menangani inflitrasi virus lokal dan antivirus lainnya tangani virus asing.

Berikut ini fitur Smadav 2010 Rev. 8.0 :

* Penambahan database 23 virus lokal baru dan perbaikan beberapa false positive.
* Teknik heuristik baru yang bisa mendeteksi varian virus lokal dengan mudah asalkan salah satu variannya sudah ada di-database.
* Teknik heuristik VBS lebih akurat dan bertambah cerdas.
* Lebih stabil untuk digabung dengan semua AV internasional (mendeteksi AV lain di komputer dan jika tidak ada akan menyarankan AV internasional untuk segera di-install).
* Scan flashdisk sangat cepat hanya 5 detik (Smad-Ray) tidak hanya men-scan bagian terluar flashdisk saja, tapi juga sampai semua file di flashdisk.
* Smadav Pro yang di-password tidak mempunyai hak akses untuk mengubah registry dengan Smadav.
* Notifikasi (Balloon Tray) awal pada saat start-up sudah tidak ada lagi.
* Smad-behavior sudah sempurna dan dengan tampilan baru ketika memperingatkan user.
* Konfirmasi penambahan folder autorun.inf untuk pengebalan flashdisk sesaat setelah flashdisk terpasang, user bebas memilih untuk mengebalkan flashdisk-nya atau tidak.
* Folder Smad-Lock/Brankas Smadav tidak lagi otomatis ditambahkan di FD tapi harus manual lewat tab Smad-Lock.
* Penambahan tombol “more” di SMARTP alert.


Kalo kamu pengguna Smadav-Pro, Kamu bisa langsung upgrade, tapi kalo tidak silahkan menuju link Smadav Rev 8.0 download atau langsung menuju homepage mereka.

Rabu, 01 September 2010

Virus Bernama Musik

Ada bagusnya bila sesekali kita duduk santai, melepas segala galau, jika ada, lalu bertanya pada diri sendiri bagaimana kita memandang musik dalam hidup kita. Seorang kenalan, barangkali sesudah melakukan hal itu, menuliskan status di Facebook-nya: “Music is a virus. Once infected, you are a lifetime victim.”

Musik adalah virus. Dia mengutip seseorang yang jati dirinya tak terlalu penting. Tapi metafora itu begitu pas. Betapa persis. Buat saya, tak masalah jika di antara kita ada yang sulit bisa menerima atau menganggapnya sebagai kebenaran, barangkali karena merasa tak termasuk penggemar musik. Yang jelas saya tahu ada banyak orang yang menjadi “korban selama hayat” itu, diakui atau tidak. Saya termasuk di antara mereka.

Bagaimana “virus” itu pertama kali menyusup ke dalam diri kita?
Pengalaman saya sesungguhnya tak jauh berbeda dengan siapa saja yang kebetulan saya kenal: selalu pada saat memasuki apa yang dalam siklus kehidupan manusia biasa dikenal sebagai formative years, masa di antara keadaan puber dan dewasa. Ini wajar. Pada masa-masa itu benak seseorang boleh dibilang bagaikan spons dan bank memori bagi apa saja yang masuk --permisi maupun menyelonong begitu saja --melalui telinga dan penglihatan. Sesuatu yang begitu di dalam seolah telah membunyikan bel personal, itulah yang akan meninggalkan jejak hingga bertahun-tahun kemudian.

Seperti itulah kesan saya pada musik yang saya dengarkan suatu hari pada 1976. Ini bukan kontak pertama saya dengan musik, sebenarnya; saya sudah ikut menguping rekaman-rekaman oldies dan jazz milik ayah saya. Ketika itu, begitu ada perangkat stereo di rumah, saya segera menjadi akrab dengan Matt Monroe, Petula Clark, The Everly Brothers, Frank Sinatra.... dan masih panjang daftarnya. Menyenangkan, hanya tak ada yang menimbulkan kesan luar biasa. Tapi ketika akhirnya, hari itu, saya berkesempatan mencoba Wish You Were Here (Pink Floyd) dan E.C.

Were Here (Eric Clapton), demikianlah, seperti kata iklan, “kutahu yang kumau”. Dan sejak itu saya punya banyak momen serupa.

Andaikan saya bisa seperti Nick Hornby. Pengarang laris dari Inggris ini menuliskan pengalamannya dengan musik --impresi dan apa yang dipikirkannya, juga hubungannya dengan orang-orang --ke dalam sejumlah esai, juga sebuah novel berjudul High Fidelity. Khusus dalam esai-esainya, dia berfokus pada lagu-lagu yang membuatnya begitu terkesan. Kumpulannya diterbitkan menjadi buku berjudul Songbook (di Inggris digunakan judul 31 Songs). Seperti buku-bukunya yang lain (Fever Pitch, High Fidelity, About a Boy), dia menulis seolah sedang menumpahkan rasa cinta yang luar biasa besar. Dan dia tahu betul apa yang ditulisnya: dia menyajikan segala hal dengan riang dan mencerahkan.

Momen-momen yang saya, Nick, juga orang-orang lain alami jelas bukan sesuatu yang menyakitkan; tidak ada akibat sebagaimana yang harus ditanggung orang yang keracunan. Atau bahkan berbagai efek buruk. Paling-paling betapa cepat duit di dalam dompet terkuras. Mestinya orang tak perlu khawatir.

Khawatir? Ya, bagaimanapun masih saja ada kalangan yang merasa musik, genre tertentu, bisa berpengaruh buruk. Misalnya rap, yang dianggap bertanggung jawab menjadikan banyak remaja terjerumus ikut-ikutan mengglorifikasikan geng, narkoba, dan seks. Atau heavy metal, yang dituding merasuki pikiran penggemarnya dengan hal-hal yang sama dengan rap, dan bahkan gagasan tentang pemujaan terhadap setan.

Tentang hal itu, di satu forum diskusi di Internet, seseorang berkelakar menulis begini: “Aku menyantap anak kecil dan menendang anak anjing karena heavy metal. Aku sama sekali tak bisa mengontrol diriku. Musik memaksaku untuk itu....”

Yang hendak dia kemukakan sesungguhnya adalah betapa menggelikannya tudingan bahwa musik menyebabkan seseorang melakukan sesuatu...kejahatan. “Jika satu lagu berbicara tentang pembantaian terhadap orang tak bersalah, saya tak akan beranjak dan membunuh orang pertama yang saya jumpai,” dia menulis. Yang paling mungkin terjadi, menurut dia, adalah emosi terpengaruh sesaat, tak lebih. Misalnya, ketika mendengarkan Kitaro, kita merasa tenang dan damai. Atau, ketika mendengarkan Arch Enemy, kita merasa adrenalin seperti dipompa.

Dengan kata lain, sebenarnya, kita jugalah yang menjadi penentu; kita, dengan pikiran yang waras, tentu bisa membedakan mana yang patut dan mana yang sebaliknya, yang benar dan yang salah. Saya kenal banyak orang yang sama sekali jauh dari kesan keliru yang sudah telanjur diyakini sebagai kebenaran mengenai penggemar metal kategori ekstrem.
Mereka justru adalah orang-orang yang ramah, penuh kegembiraan, dan kreatif. Dan mereka tetap menyandang virus bernama musik. Mereka adalah korban sepanjang hidup.

Selasa, 31 Agustus 2010

Download D'Masive Full Album

D'Masive (Perubahan)

1. D'Masive - Cinta Ini Membunuhku. Download
2. D'Masive - Diam Tanpa Kata. Download
3. D'Masive - Merindukanmu. Download
4. D'Masive - Aku Percaya Kamu. Download
5. D'Masive - Dan Kamu. Download
6. D'Masive - Cinta Sampai Disini. Download
7. D'Masive - Sebelah Mata. Download
8. D'Masive - Dilema. Download
9. D'Masive - Ilfil (Manusia Tak Berharga). Download
10. D'Masive - Tak Pernah Rela. Download
11. D'Masive - Luka Ku. Download
12. D'Masive - Di Antara Kalian. Download

D'Masive (Perjalanan)

1. D'Masive - Rindu Setengah Mati ft Kevin Aprilio. Download
2. D'Masive - Sudahi Perih Ini. Download
3. D'Masive - Apa Salahku. Download
4. D'Masive - Semakin. Download
5. D'Masive - Jangan Pergi. Download
6. D'Masive - Tak Sejalan Lagi. Download
7. D'Masive - Mohon Ampun Aku. Download
8. D'Masive - Dia Atau Aku. Download
9. D'Masive - Ku Jatuh Cinta Lagi. Download
10. D'Masive - Aku Takluk. Download
11. D'Masive - Menanti Keajaiban. Download
12. D'Masive - Menyegarkan. Download
12. D'Masive - Jangan Menyerah. Download

Thankz Udah Mengunjungi Blog ini... Semoga bisa Membantu