Ini adalah hari pertama Ima dan Dea masuk sekolah. Dea adalah orang pertama yang Ima kenal. Mereka sering jalan berdua dan saling bercanda. Setelah beberapa hari Ima bareng dengan Dea Ima berbicara dengan Dea”Dea kamu mau gk jadi sahabat aku.?’’ Tanya Ima sambil menatap wajah Dea.” Pastinya mau donk...kan kamu soulmate ku. ”jawab Dea.”asyik.....sekrang Dea menjadi sahabat ku.!!”kata Bisma sambil kegirangan.Merekapun mengisi hari-harinya dengan kegembiraan.Ima dan Dea adalah sahabat yg tdk bisa di pisahkan karna mereka adalah sahabat sejati sampai kapanpun dan di manapun.
Hari,bulan dan tahun mulai berlalu mereka lebih mengerti apa arti sahabat yang sebenarnya.
9 tahun kemudian.
Ima dan Dea sudah beranjak ke kelas 6 SD,sampai sekarang Ima dan Dea masih bersahabatan. Mereka berdua diterima di SMP 1 jakarta.Di sekolah yang baru ini mereka berdua mempunyai sahabat baru nama nya Sasa.Sasa adalah orang yag sangat di sayang oleh Dea karena Sasa baik dan bisa menjaga rahasia orang. Setelah pulang sekolah Dea dan Sasa curhat bareng di rumah Dea. ”Sasa gw pengen curhat ni.”kata Dea.”emang lo mau curhat apa , ayo donk cerita?’’. Tanya Sasa sambil menggeret tangan Dea agar segera cerita.”lo tau gak sih gw tu suka sama Ima sebenernya gw suka ma Ima tu sejak gw TK tapi gw gk berani untuk mengungkapkan
Perasaan gw.”kata Dea.”apa,lo suka ma Ima?”Tanya Sasa.”iya gw suka banget ma Ima emangnya knp?”Dea balik bertanya.” Ah gk papa koq.”kata Sasa yg sebener ny juga suka ma Ima. Hatinya sakit ketika Sasa mendengar kata Dea yg ternyata Dea suka ma Ima. Setelah mereka saling curhat bareng ,Sasa pulang dari rumah Dea. Sesampainya di rumah, Sasa pergi kekamar sambil menangis”kenapa,setiap gw mencintai seseorang pasti sudah ada yang mencintainya dan knp yg mencintai Ima adalah sahabat gw sendiri ,kenapa.?'Kata Sasa sambil melihat foto Ima.Hatinya Sasa sangat sakit.
Malam telah larut seiring pergeseran rembulan ke ufuk barat.Sasa pun masuk sekolah bersama dengan 2 sahabatnya yg setia menemaninya setiap saat.”sa,kenapa lo nglamun, ada masalah apa?”Tanya Ima.
“Gw gk papa koq.”jawab Sasa singkat. Sasa terus menyimpan rasa sakit hati yg di deritanya. Dea dan Ima pergi berdua ke kantin,mereka berdua saling bercanda dan saling bertatap muka. Tanpa disadari oleh Dea dan Ima ternyata Sasa mengintip Dea dan Ima yg sedang bertatap muka dan bercanda di sudut kantin. ”Apapun yang terjadi gw gak boleh suka ma Ima karna Ima udah milik Dea,dan Dea adalah sahabat gw. Gw gak boleh ngianatin sahabat gw sendiri. ”Kata Sasa yg terus melihat Dea dan Ima. Sasapun memilih pergi meninggalkan kantin dari
Pada hati Sasa terus-terusan sakit. Walaupun Sasa harus merasakan sakit yang mendalam ,Sasa tetap menjadi sahabat Ima dan Dea, sampai mereka masuk ke SMA dan kuliah. Yang pada akir nya Ima mengajak Dea untuk pergi ke sebuah restoran terkenal di Jakarta dan tanpa di ketahiu oleh Sasa. Ima mengajak Dea ke restoran karena Ima ingin membicarakan sesuatu dengan Dea. Sambil menikmati lagu hening, Ima mengatakan”Dea sebenernya.. Gw memendam rasa ini sejak kita pertama ketemu tpi gw belum berani untuk mengungkapkan perasaan gw karna gw merasa klo gw masih sangat kecil.”.kata Ima sambil memegang tangan Dea.”maksud lo apa ma, gw gak ngerti deh. ”Tanya Dea sambil berfikir.” Gw.gw suka sama lo, mau nggak lo jadi pacar gw?”. Ima sambil mengatakan dengan kata yg patah-patah.” Ima sebenernya gw juga suka ma lo,gw juga suka sejak kita kenalan”jawab Dea.” Jadi lo mau nggak terima cinta gw.?
“Klo gitu gw mau deh.”sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.’’ Sekarang lo mau nggak dansa ma gw?”Tanya Ima sambil mengulurkan tangannya di depan Dea untuk mengajak dansa bersama Dea.lalu Dea mengangguk-anggukkan kepalanya. Mereka berdua sangat mesra dan romantis. Semua orang menatap hanya pada Ima dan Dea.
Keesokan harinya Dea di antar dengan Ima naik
Mobil kesayangan Ima. Sasa terkejut ketika melihat Dea di antar oleh Ima dan memegang tangan Ima. Saat istirahat Dea bilang sama Sasa” sa lo tau nggak klo tadi malem gw ma Ima tu dah jadian.”kata Dea dengan hati yang senang.”apa, lo dah jadian?”Tanya Sasa.
” Iya gw dah jadian pas gw jadian,lo tau gak, gw tu di ajak dansa ma dia. ”Jawab Dea.” Sebentar ya gw mau ke toilet dulu.”kata Sasa sambil lari pergi ke toilet.
Sasa langsung menagis Karena mendengar bahwa Ima dan Dea sudah jadian.
” Ya tuhan cobaan apa lagi yang kau berikan padaku sekarang Ima dan Dea sudah jadian,kenapa semuanya harus begini aku gak kuat melihat mereka berdua bersama,bergandengan tangan,dan bertatap muka.”kata Sasa sambil menangis histeris. Dea datang untuk melihat Sasa,Sasa langsung mengusap air mata kesedihannya dengan bajunya. ”Lo kenapa nagis sa.?”Tanya Dea sambil menatap wajah Sasa. ”Gw gak papa kok, gw habis cuci muka ja...” jawab Sasa sambil mengelap mukanya yang basah oleh air mata nya itu. ”Bener lo gak papa.?”Tanya nya lagi.”bener gw gak papa, gw ke kelas dulu ya”.
Setelah pulang sekolah Sasa langsung pulang dan pergi ke kamarnya.Ia menutup pintu kamarnya dengan kasar dan keras. Sasa negobrak abrik seisi kamarnya sambil menangis dan merasakan kecemburuan nya dengan Dea.Tapi Sasa harus rela
Karena Ima dan Dea merupakan sahabatnya sendiri. 3 tahun telah berlalu hingga Ima. Dea,dan Sasa sudah menyelesaikan kuliahnya. Ima ingin hubungannya dengan Dea semakin serius. Akirnya Dea,dan Ima memilih untuk menikah .
Tetapi sebelum Ima dan Dea menikah ternyata masalah besar telah menyelimuti Ima dan Dea. Dea tertabrak bus hingga matanya Dea sudah tidak berfungsi lagi atau buta. Dea harus di bawa ke rumah sakit.Sasa menengok keadaan Dea,air mata Sasa mulai berjatuhan melihat kondisi Dea yang buta itu.”Dea kenapa kamu bisa begini kenapa,Dea ku mohon jangan tinggalin gw ma Ima.”kata Sasa sambil menatap wajah Dea yang sedang pingsan di tempat tidur.
Dea terbangun dari pingsan nya itu. ”Ima,Ima,Ima”kata Dea sambil memanggil kekasihnya.”Dea kamu udah sadar,ada apa kamu manggil aku.?”Tanya Ima.” Kenapa semuanya menjadi gelap sekali,kenapa?”.tanya Dea.”Dea sebenernya kamu,kamu udah gak bisa ngliat lagi, kamu buta Dea.”kata Ima sambil terpatah-patah.”apa nggak mungkin,gw tu nggak buta gw masih bisa ngelihat lagi kok..?”. “ sayang kamu emang nggak buta tapi itu dulu..”. “Apa jadi aku bener-bener buta..”kata Dea sambil menangisi keadaan nya yang buta itu.’’sekarang kamu boleh tinggalin aku kok ma.”. “tapi kenapa aku harus tinggalin kamu.?” “pasti kamu udah gak mau lagi ma aku dan pasti kamu udah nggak cinta lagi ma aku karna aku nggak akan dan nggak pernah bisa liat lagi, ya
Kan ? .”Tanya Dea.Jawab Ima“sungguh hanyalah dirimu yang aku cintai dan sungguh ku kan di sisimu hingga ku mati..”kata Ima sambil memegang erat tangan Dea dan menatap wajah Dea.Setelah mendengar perkataan Ima tadi Sasa merasa bahwa Ima sangat sanyang dan cinta... ma Dea dan akirnya Sasa pulang untuk beristirahat. Karna kebanyakan mikirin Dea dan Ima ,badan Sasa menjadi lemas karena memikirkan percintaan Ima dan Dea yang begitu kuat. Dan akirnya Sasa terbaring di rumah sakit yang sama dengan Dea tapi berbeda ruang.Keadaan Sasa mulai menurun. Ternyata Sasa menderita tumor otak dan Sasa tidak mempunyai waktu lama lagi. Kondisi Sasa semakin menurun dan menurun,Sasa menyempatkan untuk membuat surat untuk sahabat setianya.
”Oh ya mah jika aku sudah nggak ada bolehkah mataku ini kusumbangkan ke Dea,satu lagi tolong berikan surat yang Sasa tulis ini ke Dea dan Ima ya mah ” kata Sasa sambil memberikan surat itu ke mama Sasa.” Nak kamu nggak boleh bicara seperti itu nak..”kata mama Sasa sambil mengelus Sasa.Setelah beberapa saat dokter mengambil mata Sasa untuk di sumbangkan ke Dea”dok,silahkan ambil mata saya”kata Sasa.”kamu rela nak untuk di ambil matanya untuk temanmu sendiri,tapi nanti kamu udah nggak bisa hidup lagi.”kata dokter.”saya rela dok mempertaruhkan nyawa saya dan mata saya untuk sahabat saya sendiri karena saya sangat sanyang sekali sama sahabat saya.” “jangan nagis dong mah Sasa sedih kalo mama nangis,dah mah relain aja aku nggak akan melupakan kebaikan mama...selamat tinggal ma....”kata Sasa sambil menuju ruang operasi. ”Sasa jangan tinggalin mama nak...jangan tinggalin mama sendirian...” sambil menangis karena Sasa meninggalkannya sendirian. Hari Ini adalah terakir kalinya Sasa menghirup udara,sekarang Sasa telah tiada,Sasa telah meninggalkan 2 sahabatnya itu.
Pagi telah datang.Akirnya Dea bisa melihat lagi berkat mata yang di sumbangkan oleh Sasa. Akirnya Dea dan Ima memutuskan untuk menikah. Sebelum menikah mama Sasa memberikan surat seperti apa yang Sasa inginkan untuk memberikan surat itu kepada Dea dan Ima. Dea dan Ima membaca surat itu.
“Dea dan Ima makasih buat semua yang telah kamu berikan buat aku. Kalian adalah sahabat terbaikku,kalian adalh hidupku jika aku ada masalah kalian pasti mau membantuku. Terimakasih atas kebaikanmu,aku gak akan melupakanmu. Satu lagi Ima sebenernya aku suka ma kamu tapi aku gak berani ngungkapin semuanya karna aku tau kalau Dea lebih membutuhkanmu dan aku nggak mau persahabatan kita rusak dan aku
Nggak mau klo Dea salah paham ma aku,karna aku suka ma Ima ,aku lakukan itu semua karna aku sangat sayang ma Dea. Sebenernya hatiku sakit ketika kamu memegang tangan Dea,bertatap muka dengan Dea,berbincang-bincang dengan Dea. Hatiku sangat sakit terutama waktu Dea carita bahwa kamu dan Dea sudah jadian.Aku sekarang bisa membalas kebaikan kalian berdua dengan menyumbang mataku ini ke tubuh Dea. Sekarang aku sadar bahwa cinta kalian begitu kuat,maka dari itu aku rela mati dan kehilangan mataku untukmu sahabatku. Tapi walaupun aku dah nnggak ada aku masih bisa lihat ima dengan menyumbangkan mataku ke tubuh Dea dan aku bisa melihat kisah cinta kalian setiap harinya.sekali lagi makasih buat sahabat sejatiku..aku nggak akan melupakan kebaikan kalian berdua..selamat tinggal”.
Setelah membaca surat dari Sasa itu Dea dan Ima sadar bahwa di balik kabahagiaan yang mereka alami ternyata ada kecemburuan dan sakit hati yang mendalam yang di rasakan oleh sahabatnya sendiri,Sasa.
5 Bulan kemudian
Yang pada akirnya Ima dan Dea sudah menikah.
Ima dan Dea mempunyai seorang anak cewek yang mereka beri nama Sasa,agar mereka terus ingat dengan Sasa sahabatnya yang kini sudah tiada. Keluarga Dea dan Ima sekarang semakin langgeng dan kekuatan cinta mereka berdua semakin kuat hingga waktu yang memisahkan mereka berdua.
0 Comment :
Posting Komentar