Minggu, 10 April 2011

Gara-gara Cerpen

' Akh...!!! Borring ! Borring ! Borring !' Teriak Citra dari kamar tidurnya
  ' Kamu kenapa , Cit ?' Indah bingung sendiri dengan kelakuan Citra yang teriak teriak tanpa alasan.
  ' Gini , Dah. Gue baru aja beli novel. Tapi kok ceritanya soal cinta dan romance mulu. Padahal kamu tau sendiri, kan. 
  Gue gak suka sama yang begituan walaupun gue udah remaja.' Curhat Citra
  ' So, mau kamu apaan ?' Tanya Indah tidak mengerti maksud Citra.
  ' Mauku, ya.... mmmm....' Citra bingung mau jawab apa.
  ' Mauku ada cerpen persahabatan setiap harinya buat gue baca.' Sambung Citra
  ' Nyarinya dimana , Cit ? Kamu tau sendiri, kan kalau cerpen atau novel dominan bercerita tentang cinta atau  
  romance '
  ' Hmmm.....' Citra berpikir.
  ' Gue punya usul, nih.' Indah berjalan menuju meja belajar Citra dan mengambil sehelai kertas kosong dan pensil.
  ' Usul kamu apa ? lalu kertas kosong dan pensil ini buat apaan.' Citra menjadi bingung.
  ' Jadi, kita tukeran cerpen tiap hari. Judul dan isi cerpen tidak boleh bersifat SARA dan Pornografi. Cerpen harus 
  dibuat sendiri. So, sekarang kamu tulis cerpenmu sendiri.' Indah menyerahkan pensil dan kertas itu.
 ' Gue gak bisa nulis cerpen, Dah. Terlebih lagi waktu pelajaran membuat cerpen gue gak ikut.' Citra mulai ngeles.
  ' Ah, kamu ini. Bisanya cuman ngeles. Sini, biar aku ajarin. Kamu gak perlu ngikutin apa kata guru bahasa mengenai 
  kerangka cerita dan bla...bla...bla.' Indah mendekati Citra yang awalnya Indah mau ninggalin Citra sendiri biar Citra
  bisa fokus pada cerpennya.
  ' Lalu, gimana dong.' Citra jadi tambah bingung.
  ' Yang pertama, tulis satu kata yang benar-benar lagi ada di kepala kamu.' Jelas Indah. Citrapun menulis satu kata
  yang benar-benar ada di kepalanya, yaitu Bingung.
  ' Kok, bingung ?' Tanya Indah tidak mengerti apa yang ada di pikiran Citra.
  ' Soalnya, gue lagi bingung gara-gara mama dan papa bertengkar mulu.' Jelas Citra
  ' Oh, gitu ya. Sorry ya, Cit. Gue gak tau.' Indah merasa bersalah.
  ' Udah, gak usah dipikirin. Sekarang kita lanjut.' Citra berusaha mengalihkan pembicaraan.
  ' Yang kedua, cari jalan cerita yang bakalan kamu tulis. Tapi, berhubungan dengan kata pertama. Mulai lah dari  aktivitas kamu hari ini atau curhat kamu. Saat nulis, kamu nggak perlu mikirin masalah EYD, kerangka cerita dan lain-lain biar imajinasi kamu bisa bebas ' Terang Indah lagi.
  ' Lalu..??' Citra gak sabaran lagi menunggu kelanjutannya.
  ' Udah. Cuman gitu aja. Sekarang kamu nulis, ya. Aku mau pulang. Assalamualaikum.' Salam Indah si cewek 
  berkerudung.
  ' Walaikumsalam.'

* * *

 Di sekolah...
  ' Gimana, Cit. Udah jadi cerpennya ?' Tanya Citra
  ' Udah, nih. ' Citra menyerahkan buku tulis yang di dalamnya ada cerpen berjudul ' Kenapa ayah dan bunda
  bertengkar.'
  ' O, ya Cit. Cerpenku ada di bawah mejaku. Jadi, tolong kamu letakkan buku ini ke laciku sekaligus kamu bisa ngambil
  cerpenku berupa buku tulis juga, ya. Sorry, aku jadi nyuruh-nyuruh kamu, soalnya bentar lagi ada rapat osis. Itu ada
  Adam ( ketua osis ) memanggilku. Aku duluan, ya Cit.' Indah pergi bersama Adam menuju ruang osis.
  Citra pergi dengan hati jengkel. Karena dia nggak suka Indah lebih dekat dengan orang lain. Baik cowok maupun  
  cewek.
  Di rumah....
  ' Untuk hari ini, aku bakalan buat cerpen yang menggambarkan kejengkelanku terhadap Indah dan Adam.' Citra berbisik di dalam hati.
  Ketika mau tidur, Citra baru saja ingat terhadap cerpen buatan Indah. Dan untuk hari ini judulnya adalah
  ' Persahabatan Oleh Cerpen.'
  ' Hmmm.... bagus juga. ' Komentar Citra lalu melirik ke arah jam.
  ' Sudah jam 10. Aku mau tidur dulu, ah.' Citra membaringkan tubuhnya di kasur dan tertidur.
Keesokan harinya sepulang sekolah, papa dan mamanya Citra pulang lebih cepat. Selain itu, mereka juga minta maaf atas kesalahan mereka karena mereka tidak perhatian lagi dengan Citra. Dan mulai hari inilah  papa dan mamanya Citra tidak lagi bertengkar, malah menjadi harmonis lagi sama seperti dulu.
  Dikamar, Citra menuangkan kebahagiannya di cerpen buatannya sendiri untuk Indah. Untuk hari ini judulnya ' Kembalinya Papa dan Mama Kepadaku'

* * *

  Hari ini, Citra dan Indah lagi makan siang di kantin. Tapi, tiba - tiba Adam datang dan bergabung dengan kami.
  ' Huh, kenapa , sih cowok ini datang.' Bisik Citra dalam hati dan hanya cemberut.
  ' O ya, Cit. Kamu belum taukan ?' Indah membuka pembicaraan di antara mereka.
  ' Tau apa ? ' Citra penasaran.
  ' Kalau Adam ini kakak sepupuku. Jadi, kamu gak perlu khawatir kalau aku dekat-dekat ama dia.' Indah tersenyum.  
  Adam pun ikut tersenyum dengan renyah. Tapi, dalam benak Citra, dia penasaran kenapa Indah tau. Padahal Citra
  nggak pernah ceritain masalah dia jengkel dengan kedekatan Adam dan Indah. Tapi, Citra hanya ingin diam saja.

0 Comment :

Posting Komentar