Mark Zuckerberg sebagai pendiri serta seluruh pengelola Facebook memang pantas merayakan pencapaian yang fenomenal ketika tengah tahun 2010 berhasil menorehkan jumlah pengguna global Facebook hingga menembus angka 500 juta yang juga sekaligus mengukuhkan posisi teratas dalam tatanan layanan jejaring sosial on-line sedunia.
Kawasan Asia-Pasifik menyumbangkan jumlah pengguna aktif Facebook yang tinggi dalam lingkup global dan diantaranya termasuk pengguna dari Indonesia yang kini berkedudukan teratas no: 6. Dalam tatanan peringkat akses situs Internet sedunia hingga sekarang situs mesin pencarian informasi Google dan YouTube masih menjadi duo teratas yang masih mengungguli Facebook.
Dan telah tibalah saatnya kini bagi pengelola Facebook guna meluncurkan serangkaian layanan konten serta layanan nilai tambah berbobot komersial sebagai upaya untuk lebih menarik lebih banyak lagi kalangan pengguna Facebook serta memperoleh kucuran pemasukan wang ke dalam pundi-pundi kas pengelola : “monetization strategy”.
Salah satu langkah yang tengah dilakukan Facebook dalam waktu dekat yakni menyalurkan layanan video streaming bermuatan acara layaknya televisi dengan bekerjasama dengan layanan penyedia sal-tv. Dan sebagian pengamat IT global bahkan menganalisa langkah ini sebagai uji coba tahapan tahap awal untuk memungkinkan layanan multi-media video yang langsung termuat pada halaman situs Facebook pada masa depan; seperti halnya layanan situs YouTube milik Google ataupun layanan serupa video on-demand dari layanan penyedia jasa VOD on-line. Sebelumnya Facebook dikabarkan tengah giat menggodok aplikasi mesin pencarian berbasis “social networking” yang akan benar-benar berbobot pendekatan personal dengan hasil yang akan berbeda sama sekali dengan pendekatan berbasis algoritma “Page Rank” ala Google.
Dan langkah lain yang lebih bernilai strategis yang dilaksanakan mulai September yad yakni dengan bekerjasama dengan MOL Global; dimana Facebook bahkan melangkah lebih jauh yakni untuk mengadakan layanan transaksi “micro-payment” yang dapat digunakan untuk pembelian Facebook Credit. Layanan penjualan dengan melalui MOL Point yang tengah menyiapkan 500.000 kios/gerai penjualan yang tersedia untuk melayani pengguna di negeri Malaysia, Singapore, Indonesia, Philippines, Thailand, India, Australia dan New Zealand di kawasan Asia-Pasifik.
Facebook Credit sementara ini dapat diperoleh para pengguna Facebook yang terlebih dahulu membeli deposit dari Paypal ataupun transaksi on-line dengan kartu kredit. Berhubung kondisi penetrasi kartu kredit dan layanan transaksi on-line yang masih relatif rendah di negeri-negeri di kawasan Asia-Pasifik pada umumnya, maka hal demikian dipandang menjadi kendala tersendiri bagi kalangan pengguna Facebook untuk aktif menggunakan Facebook Credit. Dan pengelola Facebook pun dalam pengamatan atas pengguna Facebook di kawasan Asia-Pasifik, khususnya di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia dan Vietnam, tentunya telah memaklumi betapa bagian terbesar mayooritas pengakses Facebook dilakukan dengan cara mobile dengan perangkat ponsel dengan layanan koneksi seluler pra-bayar seperti hasil kajian tahunan pengelola browser OperaMini.
Setiap pengguna Facebook dengan Facebook Credit yang dimilikinya kemudian nilainya bisa ditukarkan dengan perolehan beragam layanan aplikasi yang telah banyak tersedia dan dikembangkan kalangan developer pengembang yang bekerjasama dengan Facebook Apps; seperti layanan pembelian gift/hadiah virtual, permainan/games, layanan penggunaan aplikasi, dll. Nilai rata-rata per satuan transaksi memang bernilai relatif kecil hingga memang termasuk dalam kategori layanan “micro-payment” ; saat ini pengguna mesti membayar AS $ 0.10 ( = Rp. 1.000,- ) untuk senilai 1 kredit Facebook Credit.
Adalah sesungguhnya terbuka kemungkinan yang luas sekiranya akses pembelian Facebook Credit yang tersedia untuk dibeli dengan cara yang lebih mudah dan praktis dengan cara penjualan langsung di gerai/agen jualan. Dan agaknya apabila akan diterapkan untuk negeri semacam Indonesia maka memang strategi penjualan langsung dengan melaui agen/gerai khusus penjualan akan dapat meraih sasaran pasar yang jauh lebih meluas dibanding dengan transaksi on-line dan kartu kredit. Dan seketika kalangan pengguna Facebook di tanah air mulai tergerak tertarik akan penggunaan Facebook Credit, maka tentunya akan terbuka lebar-lebar pula kesempatan bagi pengelola Facebook dan MOL Global pada tahap berikutnya untuk bekerja sama dengan pihak operator seluler di tanah air untuk pengadaan semacam voucher atau pun cara pemotongan pulsa pra-bayar yang lebih praktis lagi untuk pembelian Facebook Credit.
Sabtu, 21 Agustus 2010
Langkah-langkah kedepan pada tahapan komersialisasi layanan Facebook.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 Comment :
Posting Komentar